Skenario ini mungkin berskala jauh lebih besar dibandingkan dengan serangan udara antara AS, Israel dan Iran selama 12 hari pada Juni tahun lalu.
Media AS, pada 15 Februari memberitakan bahwa operasi tersebut mungkin meliputi sasaran-sasaran selain fasilitas nuklir, menyasar pada fasilitas-fasilitas Negara dan keamanan Iran. Seorang pejabat memberitahukan bahwa AS “memprakirakan Iran akan memberikan balasan”.
Pada hari yang sama, Kantor Berita CBS News dari AS memberitakan bahwa Presiden AS, Donald Trump dianggap sudah memberitahukan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bahwa ia akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran apabila negosiasi-negosiasi nuklir antara Washington dan Teheran gagal.








