Sentrifugal di fasilitas pengayaan uranium Natanz di Iran tengah. Foto: Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) |
Dalam pertemuan dengan para duta besar di Teheran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan bahwa Iran siap untuk kembali ke meja perundingan yang “serius dan konstruktif”, dengan syarat Washington menunjukkan iktikad baik yang serupa. Namun, ia mengakui bahwa “ketidakpercayaan yang mendalam masih ada karena perilaku AS dalam beberapa tahun terakhir.”
Dalam perkembangan terkait, Wakil Presiden merangkap kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Mohammad Eslami mengatakan bahwa Teheran mempertimbangkan untuk mengurangi kadar uranium yang diperkaya hingga 60%. Tingkat tersebut jauh lebih tinggi dari batas 3,67% sesuai dengan kesepakatan nuklir tahun 2015. Pengurangan ini akan dilakukan jika semua sanksi internasional, khususnya yang diberlakukan oleh AS, dicabut. Menurut Eslami, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga akan melakukan inspeksi terhadap beberapa fasilitas nuklir Iran dalam beberapa hari mendatang, menyusul inspeksi setelah konflik Iran-Israel pada Juni 2025.








