logo

Konflik di Timur Tengah Berlanjut Secara Sengit

2026/3/31 | 10:49:43
(VOVWORLD) - Pada Senin malam (30 Maret), Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan bahwa angkatan udara negara ini telah melancarkan serangan baru yang menargetkan gedung-gedung pemerintah di Teheran, Ibu kota Iran. 
Sebuah kawasan permukiman yang hancur akibat serangan udara di Teheran, Iran, pada 30 Maret 2026. Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS.

Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, angkatan udara Israel juga telah menyerang sebuah fasilitas produksi senjata dan berbagai bengkel produksi mesin drone Iran di Teheran. Di Iran Tengah, pesawat tempur Israel dilaporkan mengebom markas besar angkatan bersenjata Iran, termasuk kompleks milisi Basij di Daghlan dan sebuah kantor polisi di Sanandaj.

Sementara itu, CBS News, pada hari yang sama, memberitakan bahwa Washington diduga telah mengerahkan ratusan personel pasukan khusus ke Timur Tengah. Pasukan ini dapat digunakan untuk mengamankan Selat Hormuz, mengontrol Pulau Kharg yang merupakan pusat ekspor minyak Iran, atau mencegah program pengayaan uranium negara ini.

Terkait Selat Hormuz, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyatakan bahwa Washington akan menjamin hak kebebasan maritim di jalur strategis ini melalui kegiatan pengawalan AS atau pasukan multinasional. Ia menekankan bahwa dalam jangka panjang, AS akan "merebut kembali hak kontrol" atas Selat Hormuz.

Dari pihak Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah melancarkan gelombang-gelombang serangan baru dalam "Operasi Janji Sejati 4" yang menargetkan berbagai sasaran strategis di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan.

TAG
VOV/VOVworld/Konflik di Timur Tengah/Berlanjut Secara Sengit

Yang lain