| Famtrip Indonesia terdiri dari 15 agen pariwisata outbound terkenal di Indonesia dengan media Indonesia |
|
| Pada hari pertama, rombongan tersebut mengunjungi Kuil Raja Hung dan Kuil kuno Hung Lo di propinsi Phu Tho |
|
| UNESCO mengakui ritual Hung King sebagai warisan budaya kemanusiaan dunia, pada tahun 2012. |
|
| Berbaur pada suasana pesta di kuil kuno Hung Lo dan mendengarkan lagu rakyat Xoan |
|
| Kesenian Hat Xoan adalah satu ragam seni yang menarik pendengarnya dengan kemesraan, kejernihan dan kelugasan-nya dalam setiap lirik-lirik dan tarian. seni menyanyi lagu rakyat Xoan dari provinsi Phu Tho mendapat pengakuan resmi dari UNESCO sebagai pusaka budaya dunia |
![]() |
| Destinasi berikut-nya yalah kota madya Sapa. Rombongan Famtrip Indonesia mengunjungi dukuh Ta Van, kota madya Sa Pa |
| Bersama berpotret di dukuh Ta Van |
|
| Naik kereta kabel ke puncak Gunung Fansipan, kota madya Sa Pa, provinsi Lao Cai |
|
| Famtrip Indonesia di atas gunung Fanxipang yang dianggap sebagai atap rumah Indocina |
| Mengunjungi sektor kota kuno Hanoi |
| Berziarah kepada Mousolium Presiden Ho Chi Minh |
| Naik becak |
| Perjalananya berakhir di Kompleks Situs pemandangan alam Trang An di provinsi Ninh Binh (Vietnam Utara) |
| Tempat ini mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Pusaka Dunia pada tahun 2014 |
| Famtrip Indonesia menghadiri Lokakarya Pariwisata, pada Senin malam, 24 Oktober. |
| Wakil Direktor Jenderal Pariwisata Vietnam menyampaikan hadiah kepada para peserta Famtrip kali ini dan Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk meningkatkan kerjasama pariwisata antara Vietnam dan Indonesia. |








