logo

Vietnam Meminta UNESCO untuk Memperlakukan Negara-Negara Berkembang Secara Istimewa

2026/2/18 | 07:51:38
(VOVWORLD) - Pada Selasa (17 Februari), Persidangan ke-19 Komite Antar Pemerintah Konvensi UNESCO tentang Perlindungan dan Pengembangan Keragaman Ekspresi Budaya (disebut sebagai Konvensi 2005) dibuka di markas besar Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) di Paris, Prancis.
 Duta Besar Nguyen Thi Van Anh, Kepala Misi Tetap Vietnam untuk UNESCO  (tengah) pada Persidangan tersebut (Foto: VNA)

Vietnam berpartisipasi dalam Persidangan tersebut sebagai salah satu dari 24 anggota Komite Antar Pemerintah Konvensi. Dalam pidatonya di Persidangan tersebut, Duta Besar Nguyen Thi Van Anh, Kepala Misi Tetap Vietnam untuk UNESCO, meminta agar pada waktu mendatang, fokus meningkatkan kapasitas, berbagi pengalaman, memperkuat kerja sama internasional, dan menerapkan rekomendasi yang telah disahkan terkait Pasal 16 Konvensi tentang “Perlakuan Istimewa bagi Negara Berkembang”. Vietnam akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk secara efektif menerapkan Konvensi 2005. Duta Besar Nguyen Thi Van Anh menyatakan bahwa pada Januari 2026, Resolusi nomor 80-NQ/TU dari Politbiro KS PKV tentang pengembangan budaya Vietnam telah diberlalukan. Vietnam saat ini sedang menerapkan Strategi Pengembangan Industri Budaya hingga tahun 2030, dengan visi hingga tahun 2045.

Persidang ke-19 dijadwalkan berlangsung hingga 20 Februari dengan banyak agenda penting. Hingga saat ini, 161 pihak telah berpartisipasi pada Konvensi 2005. UNESCO telah membentuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO, yang mencakup empat kota di Vietnam: Kota Hanoi, Ho Chi Minh City, Hoi An, dan Da Lat.

TAG
VOV/VOVworld/UNESCO/Jaringan Kota Kreatif UNESCO

Yang lain