Kunjungan tersebut turut menetapkan solusi-solusi kunci, mengkonkretkan kerangka Kemitraan strategis komprehensif, dan menciptakan pendorong kerja sama dan pembangunan antara Vietnam dan Thailand di tahap baru.
Ini merupakan kunjungan pertama Sekjen sekaligus Presiden Vietnam ke Thailand, setelah Kongres Nasional XIV Partai Komunis Vietnam. Thailand juga merupakan persinggahan pertama Sekjen sekalihus Presiden To Lam dalam lawantannya ke negara-negara ASEAN. Kunjungan ini berlangsung bertepatan dengan peringatan 50 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara (6 Agustus 1976 - 6 Agustus 2026).
Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi para pemimpin tertinggi kedua negara untuk membahas dan menciptakan peluang serta pendorong baru untuk memperdalam hubungan Kemitraan strategis komprehensif yang telah digalang sejak Mei 2025 agar berjalan lebih efektif.
Memperdalam hubungan Kemitraan strategis komprehensif
Vietnam dan Thailand merupakan mitra penting satu sama lain di Asia Tenggara. Kedua negara berbagi banyak kepentingan strategis dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan mendorong pembangunan regional. Hubungan bilateral ini terus meningkat melalui berbagai kunjungan tingkat tinggi, mekanisme kerja sama bilateral, dan penetapan target untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral secara kuat. Selain itu, kerja sama kebudayaan, pendidikan, dan pariwisata antara kedua negara juga berkembang positif, berkontribusi pada peningkatan pemahaman dan kohesi antara masyarakat kedua negara.
Dalam konteks ini, kunjungan resmi Sekjen sekaligus Presiden To Lam ke Thailand diharapkan akan menciptakan pendorong baru bagi kerja sama Vietnam-Thailand. Menjelang kunjungan tersebut, Wakil Perdana Menteri sekalogus Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow menegaskan:
“Dalam zaman sekarang, pertumbuhan harus berkelanjutan. Oleh karena itu, kita perlu menjamin agar hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi berkembang secara berkelanjutan, serta mendorong pembangunan hijau. Ke depan, kita melihat banyak potensi kerja sama baru, karena kedua negara sedang menjalani transformasi ekonomi. Bidang-bidang seperti ekonomi hijau, ekonomi digital, sains dan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia akan menjadi orientasi bagi hubungan Kemitraan strategis komprehensif di masa mendatang”.
Senada dengan pandangan tersebut, Duta Besar Vietnam untuk Thailand, Pham Viet Hung, menyatakan bahwa hubungan Kemitraan strategis komprehensif merupakan landasan penting bagi Vietnam dan Thailand untuk terus memperluas dan memperdalam bidang-bidang kerja sama baru di masa mendatang.
“Selain bidang-bidang tradisional yang telah dan sedang menjadi pilar kerja sama ekonomi antara kedua negara, seperti investasi, perdagangan, dan pariwisata, kedua negara juga memiliki target pembangunan bersama yaitu pembangunan berkelanjutan. Target ini berorientasi pada transformasi digital, transformasi hijau, penyelesaian masalah keamanan energi, dan penanggulangan perubahan iklim. Kerja sama di bidang ekonomi kelautan, perikanan, energi hijau, energi bersih, dan keamanan energi juga sangatlah penting bagi kedua negara”.
Dalam rangka kunjungan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam dijadwalkan menghadiri serangkaian kegiatan penting, seperti: upacara peringatan HUT ke-50 hubungan Vietnam-Thailand; mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Thailand; melakukan kunjungan kehormatan kepada Raja dan Permaisuri; bertemu dengan Ketua Parlemen dan Ketua Majelis Rendah; hingga memimpin Forum Pelaku Bisnis Vietnam-Thailand yang akan diikuti sekitar 300 pelaku bisnis kedua negara. Semua kegiatan tersebut menunjukkan arti pentingnya dan tekad politik kedua belah pihak dalam mempromosikan hubungan bilateral yang lebih substansial dan efektif di masa mendatang
Pesan kepada kawasan ASEAN
Kunjungan resmi Sekjen sekaligus Presiden To Lam ke Thailand juga menyampaikan pesan mengenai peran Vietnam dan Thailand dalam mendorong komunitas ASEAN yang bersolidaritas dan mandiri. Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyatakan:
“ASEAN saat ini berada di persimpangan tiga strategis. Kita telah mencatat banyak prestasi di masa lampau, tetapi juga menghadapi banyak tantangan. Kita perlu meningkatkan solidaritas dan sentralitas ASEAN. Thailand dan Vietnam memiliki pandangan dan perspektif yang sama mengenai kawasan. Oleh karena itu, inilah saatnya kita harus mendorong regionalisme dalam ASEAN, menjamin perdamaian dan kemajuan, menjaga ASEAN sebagai “kawasan aman” di tengah persaingan geopolitik”.
Kunjungan resmi Sekjen sekaligus Presiden To Lam ke Thailand kali ini tidak hanya membuka pendorong baru bagi hubungan Kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara, tetapi juga menegaskan tekad bersama dalam memupuk ASEAN yang bersolidaritas, mandiri, dan menjaga sentralitasnya dalam struktur regional.
Dalam konteks dunia dan kawasan yang terus menghadapi banyak gejolak, kohesi dan kepercayaan antarnegara anggota akan menjadi fondasi penting bagi ASEAN untuk mengembangkan suara bersama, mendorong perdamaian, stabilitas dan pembangunan yang berkelanjutan./.








