Dulu, Kecamatan Vu Quang, pernah menjadi tempat penanaman tebu mentah yang besar di Provinsi Ha Tinh. Namun, karena outputnya kurang stabil dan harga tebu yang berfluktuasi, masyarakat setempat berinisiatif mengolah tebu mereka menjadi molase untuk meningkatkan nilai jual produk tersebut. Berawal dari beberapa industri rumah tangga skala kecil, kini pembuatan molase tebu telah berkembang menjadi kerajinan tradisional, yang menjadi penopang ekonomi masyarakat Kecamatan Vu Quang.
Saat ini, luas lahan tebu di seluruh Kecamatan Vu Quang mencapai lebih dari 30 Hektare, setiap tahun memasarkan sekitar 190 ton molase tebu. Musim puncak produksi biasanya berlangsung dari bulan sepuluh hingga awal bulan kedua belas kalender imlek. Pada periode ini tebu telah mencapai tingkat kematangan sempurna dengan kadar gular yang tinggi sehingga menghasilkan molase berkualitas terbaik.
Proses pemerasan sari tebu (Foto: Kim Lieu/VOV5) |
Setelah dipanen, tebu dipotong kecil-kecil, kemudian diperas untuk diambil sarinya. Sari tebu dimasukkan ke dalam panci besar untuk dimasak selama 5 hingga 7 jam guna menghasilkan molase kental dengan warna yang indah dan rasa manis alami. Luong Van Dat, berusia 35 tahun, salah satu rumah tangga pembuat molase tebu di Kecamatan Vu Quang menuturkan:
“Pembuatan molase tebu sangat rumit, dan membutuhkan keahlian dan pengalaman untuk menghasilkan molase dengan kualitas yang baik. Setelah pemerasan sari tebu, tahap selanjutnya adalah menyiapkan kompor dan kayu untuk memasak. Untuk menghasilkan satu panci molase dibutuhkan 100 liter sari tebu”.
Sari tebu dimasukkan ke dalam panci besar untuk dimasak selama 5 hingga 7 jam guna menghasilkan molase (Foto: Kim Lieu/VOV5) |
Hal terpenting adalah menjaga stabilitas api di kompor. Jika api terlalu besar dan pengadukan tidak merata, molase mudah gosong. Sebaliknya jika api terlalu kecil proses pembuatan memakan banyak waktu. Proses pembuatan molase, meskipun tidak rumit, namun membutuhkan ketekunan, pengalaman, dan hati pembuat. Ketelitian itu lah yang menghasilkan warna keemasan yang indah dan rasa manis yang lembut dan tekstur halus. Dang Van Thanh yang lebih dari 30 tahun menjalankan kerajinan ini di Kecamatan Vu Quang menuturkan:
“Proses pengentalan molase adalah tahap terakhir yang membutuhkan ketelitian, memakan banyak waktu, dan tenaga. Tahap ini menuntut pembuat harus mengaduk terus menerus dan merata. Proses dianggap selesai saat sari tebu menjadi kental dan berwarna kemerahan. Tanda lainnya adalah ketika busa gula naik ke permukaan dan teksturnya sudah tidak encer lagi .”
Saat ini, beberapa rumah tangga produksi telah bersinergi membentuk Koperasi Jasa Molase Tebu Son Tho, yang berproduksi secara terkonsentrasi sehingga meningkatkan nilai merek dan mendistribusi molase tebu di seluruh negeri. Doan Thi Nhan, Direktur Koperasi Jasa Molase Tebu Son Tho mengatakan:
“Setiap tahun, Koperasi ini memasarkan 15.000-20.000 liter molase tebu. Pada tahun ini, jumlah pesanan molase tebu tinggi maka koperasi harus bekerja dengan kapasitas penuh. Area pengolahan sibuk sepanjang hari. Saat ini, setiap harinya kami menghasilkan sekitar 3-4 ton tebu segar untuk menghasilkan sekitar 300 liter molase tebu guna memenuhi kebutuhan konsumen.”
Molase tebu Vu Quang diberikan sertifikat OCOP (Foto: Kim Lieu/VOV5) |
Pada tahun 2020, produk molase tebu di Kecamatan Vu Quang resmi menerima sertifikat Satu Kecamatan Satu Produk (OCOP) tingkat provinsi. Pengakuan ini mempertegas kualitas produk sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Di tengah gejolak kehidupan modern, desa molase tebu Vu Quang tetap bertahan dalam sunyi. Panci-panci molase tebu yang mendidih tidak hanya menghasilkan rasa manis tebu, tetapi juga melestarikan kerajinan tradisional di tengah masyarakat modern.








