Menurut pengumuman yang disampaikan pada Jumat (30 Januari) oleh Badan Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah-Wilayah (COGAT), dari Kementerian Pertahanan Israel, proses keluar-masuk Jalur Gaza melalui pintu perbatasan Rafah akan dikoordinasikan dengan pihak Mesir, setelah Israel melakukan pemeriksaan keamanan terhadap setiap individu di bawah pengawasan misi Uni Eropa.
Pintu perbatasan Rafah antara Mesir dan Gaza (Foto: VOV) |
Namun demikian, kembalinya warga dari Mesir ke Gaza hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang telah meninggalkan Gaza selama masa konflik. Seluruh warga Palestina yang ingin keluar atau masuk Gaza harus mendapatkan persetujuan dari Mesir, dan Mesir akan mengirimkan daftar tersebut kepada badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, untuk ditinjau.
Terkait situasi di Timur Tengah, pada Jumat malam (30 Januari), media Lebanon memberitakan bahwa pesawat tempur Israel telah melakukan serangan- serangan udara hebat yang menyasar pada sejumlah desa di kawasan Zahrani, serta kawasan lain di dekat kota Zefta dan Kafra di Lebanon Selatan. Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kemudian, militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menyasar pada lokasi-lokasi infrastruktur milik Hezbollah di Lebanon Selatan.








