Malam festival ini terdiri dari dua bagian: bagian pertama bertema “Aliran Kenangan – Asal Usul – Nuansa Musim Semi”, dan bagian kedua bertema “Semangat Festival Musim Semi– Keyakinan Akan Awal Baru”.
Satu acara pertunjukan seni pada Festival Cap Go Meh (Foto: VOV) |
Sorotan utama malam festival tersebut adalah pawai seni dengan partisipasi sekitar 1.200 penampil, lima mobil bunga, serta berbagai rombongan barongsai, singa, dan naga. Rombongan pawai menampilkan simbol-simbol Long - Lân - Quy - Phụng (empat makhluk mitologis: Naga, Qilin (atau barongsai), Kura-kura Suci, dan Burung Phoenix, dibarengi beragam pertunjukan tari singa, tari naga sehingga menciptakan suasana festival yang bersemarak dan penuh warna di sepanjang kawasan Cho Lon.
Le My Van dan Mo Quoc Tinh, yang turut berpartisipasi dalam festival tersebut, berbagi:
“Perayaan Cap Go Meh merupakan sebuah festival besar. Saya merasa sangat senang dan antusias karena setiap tahun memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam perayaan ini.
“Setiap tahun festival ini selalu menghadirkan perubahan. Sebagai seseorang yang pernah tinggal di kawasan komunitas Cho Lon, saya menilai bahwa penyelenggaraan acara ini setiap tahun sangatlah bermakna. Wisatawan dari berbagai daerah juga datang untuk turut hadir. Jika dipromosikan lebih luas lagi, saya yakin festival ini akan berkembang semakin pesat di masa mendatang”.
Festival Cap Go Meh di Kota Ho Chi Minh telah diakui sebagai warisan budaya takbenda nasional pada tahun 2020.








