(VOVworld) – Pada latar belakang pasar sekarang ini, kaum tani yang menanam padi adalah pihak yang menderita pengaruh yang paling kuat yang diakibatkan faktor harga input. Selain itu, ketika harga padi meningkat, mereka juga tidak mendapat keuntungan seutuhnya, sedangkan, ketika harganya turun, kaum tani adalah pihak yang menderita pengaruh pertama. Justru oleh karena itu, perihal kaum tani daerah dataran rendah sungai Mekong turut membeli saham dari badan usaha menjadi cara yang positif untuk menciptakan posisi baru mereka.

Berkaitan dengan sawah dan kebun dari banyak generasi ini, Le Thanh Son di daerah bahan mentah Vinh Hung, provinsi Long An sekarang ini mempunyai kepercayaan lebih banyak tentang kesempatan menggeliat untuk mencapai kesejahteraan dari pohon padi. Setelah melakukan beberapa masa cocok tanam padi di daerah bahan mentah untuk pabrik, dia dan banyak petani di daerah dataran rendah sungai Mekong melihat bahwa pekerjaannya semakin stabil, produksi dilakukan secara reguler, penanam padi tidak harus berpikir tentang biaya dan sampai akhir masa cocok tanam akan menghasilkan padi dengan harga yang lebih tinggi terbanding dengan di luar daerah bahan mentah. Itu merupakan basis yang terpercaya bagi kaum tani seperti dia untuk memutuskan membeli lebih dari 1.000 saham AGPPS dengan tujuan ingin berkaitan secara berjangka-panjang dengan perusahaan. Dia mengatakan: “Perusahaan telah mengalami perkembangan baru yaitu membantu kaum tani dalam membeli saham. Dulu, kami belum mengerti apa-apa tentang saham. Karena ada bantuan konsultasi dari perusahaan, kami melihat bahwa program ini sangat bagus. Saya merasa sangat gembira”.

Partisipasi kaum tani dalam membeli dan menjual saham dari satu badan usaha dianggap sebagai “selar” yang besar dalam menciptakan konektivitas antara dua subyek yang langsung dalam produksi dan pemasaran. Oleh karena itu, bagi Perusahaan Pembelaan Tumbuh-Tumbuhan An Giang, kepentingan yang dicapainya tidak hanya pendapatan sebesar lebih dari VND 56 miliar yang dicapai dari penjualan saham, tapi dalam orientasi yang berjangka-panjang, ini merupakan perkaitan antara badan usaha dengan kaum tani.
Untuk pertama kalinya, penanam padi di daerah dataran rendah sungai Mekong dapat berdaulat atas produk yang mereka hasilkan melalui pola baru yaitu ikut serta dalam perseroan badan usaha yang besar. Ini dianggap sebagai pola yang maju, berhasil mengatasi kesulitan kepada kaum tani dan instansi pertanian serta mengarah ke produksi padi dan beras menurut kecenderungan pasar./.








