Pada Minggu (22 Maret), Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz belum diblokade. Kegiatan maritim tetap dilaksanakan di jalur vital bagi pengangkutan energi global ini, meski Iran menerapkan langkah-langkah yang diperlukan di tengah konflik saat ini. Iran menegaskan sedang melaksanakan hak bela diri yang sah, termasuk balasan terhadap berbagai pangkalan militer dan infrastruktur Amerika Serikat (AS) di kawasan. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa kapal-kapal yang tidak berafiliasi atau tidak terkait dengan pihak-pihak yang sedang berkonfontasi dengan Iran tetap dapat melalui Selat Hormuz, dengan kondisi mematuhi berbagai ketentuan tentang keamanan dan keselamatan serta berkoordinasi dengan Iran.
Terkait dengan Selat Hormuz, pada hari yang sama, Presiden AS, Donald Trump melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Pembicaraan tersebut berfokus pada eskalasi ketegangan di Timur Tengah dan mendesaknya membuka kembali Selat Hormuz untuk memulihkan stabilitas transportasi maritim global.








