Peristiwa yang paling penting pada Rabu (4 Maret) adalah pengumuman oleh Menteri Perang AS, Pete Hegseth bahwa sebuah kapal selam AS telah menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di perairan internasional lepas pantai Sri Lanka, yang menyebabkan hampir 148 awak kapal hilang. Informasi hingga Kamis pagi (5 Maret) menunjukkan terdapat setidaknya 87 korban jiwa.
Pada Rabu (4 Maret), otoritas Turki mengumumkan bahwa pasukan pertahanan udara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk pertama kalinya menembak jatuh rudal balistik, yang diyakini berasal dari Iran, saat memasuki wilayah udara Turki.
Pada hari yang sama, ledakan terus-menerus dilaporkan terjadi di Teheran (Ibu kota Iran) dan Yerusalem. Israel menyatakan bahwa targetnya mencakup badan-badan kepemimpinan dan pasukan keamanan Iran. Sebagai tanggapan, Iran meluncurkan rudal dan mengerahkan pesawat terbang nirawak yang menargetkan Israel dan beberapa sasaran lain di kawasan.
Pada Rabu (4 Maret), Pemerintah Iran mengumumkan bahwa upacara berkabung nasional untuk Ayatollah Ali Khamenei, yang dijadwalkan diadakan di Teheran pada malam 4 Maret, telah ditunda karena jumlah pelayat yang diperkirakan terbanyak selama ini. Televisi negara Iran memberitakan bahwa tanggal baru untuk upacara berkabung nasional akan diumumkan kemudian.
Di AS, jajak pendapat yang dirilis pada Rabu (4 Maret) oleh NBC News menunjukkan bahwa 54% warga AS tidak setuju dengan penanganan krisis di Iran oleh pemerintah pimpinan Presiden Donald Trump, di antaranya 52% menganggap bahwa AS seharusnya tidak melancarkan operasi militer terhadap negara tersebut.








