(VOVworld) – Senyuman-senyuman manis dan perilaku yang berkemanusiaan adalah citra dan simpati rakyat kecamatan pegunungan Xuan Lanh, kabupaten Dong Xuan, provinsi Phu Yen (Vietnam Tengah) terhadap grup mahasiswa relawan Sekolah Tinggi Keguruan provinsi Phu Yen. Mereka adalah para pemuda-pemudia yang berusia dari 18 sampai 20 tahun yang masih tampak kekanak-kanakan seperti itu, tapi ketika mulai menjalankan pekerjaan, semuanya serius dan berusaha keras. Pada musim panas ini, para calon guru ini menempuh satu penggalan jalan yang menyenangkan di kecamatan tersebut.

Begitulah rencana yang diajukan, tapi, pekerjaan pokok yang dilakukan oleh para mahasiswa ini ialah menambah pengetahuan kepada anak-anak di kecamatan Xuan Lanh dari tingkat taman kanak-kanak sampai sekolah dasar. Trinh Phuong Loan, mahasiswi tahun ke-4 memberitahukan: “Melalui pekerjaan-pekerjaan sukarela ini, kami ingin membantu anak-anak di daerah pedalaman dan daerah pelosok mendapat tenaga pendorong untuk berusaha, mereka sangat gembira dan belajar secara sangat baik. Anak-anak ini juga mengantarkan kami mengunjungi dan mencari tahu tentang kehidupan manusia untuk membantu kami memperluas pengetahuan dan langgam hidup untuk diterapkandalam kehidupan masyarakat di kemudian hari”.
Setiap hari, para mahasiswa mengajar pada pagi dan sore hari, pada malam harinya mereka mengadakan aktivitas temu pergaulan kesenian dengan anak-anak. Pada permulaannya, anak-anak ini masih merasa kikuk dan takut-takut, tapi, setelah beberapa kali temu pergaulan, mereka telah bernyanyi bersama dengan para mahasiswa.

Ketika datang di kecamatan Xuan Lanh, kelompok mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Phu Yen juga menggerakkan pemerintahan dan rakyat untuk memberikan sumbangan biaya guna membuat proyek-proyek yang kecil tapi bermanfaat. Mahasiswi Trinh Thi Phuong Loan memberitahukan: “Material tidak ada, tapi, kami membawa spirituil untuk membantu rakyat membangun jalan-jalan. Kami juga sedang meminta biaya dari semua orang untuk membangun pintu sekolah dasar dan membeton jalan di depan sekolah ini supaya jalan yang dilalui anak-anak bersih, tidah harus berjalan di jalan yang becek”.
Ketika mengakhiri program sukarela ini, kedua tangan dari saudari Loan atau Truc sudah kapalan, kulitnya lebih hitam, tapi semuanya merasa lebih dewasa. Ikut serta pada program musim panas sukarela barulah bisa merasakan semua kasih sayang rakyat, merasakan kebahagiaan, kecintaan dan persatuan yang bukan demi kepentingan pribadi, tapi demi kepentingan komunitas. Ketika kembali ke kota, kembali ke sekolahnan, para mahasiswa Sekolah Tinggi Tinggi Keguruan Phu Yen akan tidak bisa lupa akan satu musim panas yang penuh arti./.








