(VOVworld) - Mai Dinh adalah satu kecamatan yang berskala besar dalam hal lahan dan tenaga kerja di kabupaten Soc Son, kota Hanoi. Dulu, warga kecamatan ini masih melakukan kebiasaan cocok tanam tradisional. Sejak menerapkan mekanisasi pada produksi pertanian, maka mereka berhasil mengurangi hari kerja dan ongkos produksi, tapi tetap mendapat keuntungan. Pola mekanisasi pertanian telah benar-benar turut mendatangkan wajah baru terhadap daerah bukit yang sulit ini.

Le Dang Minh, Wakil Ketua Komite Rakyat kecamatan Mai Dinh memberitahukan bahwa modal investasi untuk pola mekanisasi produksi pertanian sebesar kira-kira 1,5 miliar dong Vietnam (kira-kira 75.000 dollar Amerika Serikat), terdiri dari pembelian mesin kombinat, mesin pengolah tanah, mesin bajak, mesin pompa, menyemprot obat anti hama, mesin penyebar benih. Cara ini mendatangkan hasil-guna yang jelas terbanding dengan cara produksi tradisional. Kaum tani hanya harus memupuk, membersihkan rumput dan mengangkut gabah ke keluarga. “Mengembangkan produksi merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kehidupan rakyat. Dari situ, kami melihat bahwa memasukkan mekanisasi secara sinkron kedalam produksi pertanian merupakan salah satu masalah yang penting. Ketika melaksanakan mekanisasi secara sinkron, kami mengorganisasikan jasa-jasa seperti misalnya jasa mengolah tanah, merawat dan melindungi tumbuh-tumbuhan dan dalam setiap jasa itu, rakyat melakukan konektivitas menjadi setiap grup produksi”.

Nguyen Van Tri, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian kota Hanoi menyatakan bahwa ketika telah mengerti dan percaya pada hasil-guna masalah memasukkan mesin ke dalam produksi, kaum tani akan ikut serta secara hangat. Ini merupakan faktor yang kondusif untuk memberikan satu panenan yang sukses baik dalam hal produktivitas maupun pendapatan. Dia mengatakan: “Kriterium pembangunan pedesaan baru ialah hanya tinggal 30% jumlah tenaga kerja pertanian, 70% jumlah tenaga kerja sisanya akan berpindah ke instansi lain. Pola mekanisasi secara sinkron ini telah berhasil mengatasi 3 masalah: melaksanakan mekanisasi pada produksi, mengkonektivitaskan kaum tani untuk memindahkan dan memusatkan sawah, mengembangkan peranan jasa dari koperasi pertanian untuk kbtutuhan produksi kaum tani”.
Dengan modal investasi yang tidak terlalu banyak bagi pola memasukkan mesin ke dalam produksi pertanian, maka waktu dan tenaga kaum tani telah berkurang secara signifikan, dalam pada itu, produktivitas dan hasil produksi padi meningkat sehingga membuat kaum tani merasa sangat gembira. Bersamaan itu, kaum tani kecamatan Mai Dinh telah berhasil menyedari kepentingan yang diberikan oleh pola konektivitas jasa dalam pertanian, dari situ selangkah demi selangkah memodernisasi penananam padi dari penyebaran bibit sampai panenan./.








