(VOVworld) - Komisi Eropa (EC) baru saja resmi memberikan sertifikat proteksi nama” Phu Quoc” untuk kecap ikan Phu Quoc dari Vietnam supaya produk ini mendapat pengakuan dan proteksi pengarahan geografi di 28 negara anggota Uni Eropa (EU).

Namun, sekarang tetap masih ada banyak badan usaha Vietnam yang hanya memperhatikan marketing dan penjualan, jadi belum memahami makna pentingdari proteksi brand di luar negeri. Menurut hemat Dang Ba Tho, Wakil Kepala Perusahaan Umum Perusahaan Minyak Nabati Cai Lan, membela brand di luar negeri teramat penting, karena kalau badan usaha ingin menetapkan pasar di luar negeri, maka harus membuat strategi pendekatan dan rencana tetnang brand monopoli di pasar itu.
“Ketika membuat produk, jika tidak terjamin, maka sulit untuk berkembang. Sekarang, badan-badan usaha sebagian benar telah melakukan otomatisasi 100% dengan proses yang sempurna, oleh karena itu harus melakukan pemeriksaan yang ketat dalam proses produksi. Selain itu, badan-badan usaha harus mengutamakan masalah kebersihan dan keselamatan bahan makanan”.
Menurut hemat Doktor Tran Le Hong, Biro Kepemilikan Intelektual Vietnam, brand Vietnam masih kurang berkesinambungan dan daya saing produk-produk ekspor Vietnam masih kalah terbanding dengan para mitra. Oleh karena itu, dalam waktu mendatang, badan-badan usaha Vietnam dan instansi-instansi yang bersangkutan harus melakukan investasi, menyusun program terhadap setiap jenis komuditas dan brand-nya. Satu faktor lain juga sangat penting dalam membina dan mengembangkan brand yaitu pengarahan geografi dan tanda untuk menunjukkan asal usul dari kawasan, daerah, teritorial dan negara mana. Ini merupakan nama terkenal untuk menciptakan nama brand produk atau disebut sebagai hasilan khas.
Deputi Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam, Tran Tuan Anh memberitahukan: Membina dan mengembangkan brand perdagangan adalah satu isi penting dari Program Brand Nasional dalam periode mendatang. Program ini akan berfokus membantu badan-badan usaha dan melalui asosiasi-asosiasi barang produksi Vietnam yang mempunyai keunggulan untuk membina brand kolektif, mengkaji dan menerapkan pola pengembangan brand kompetitif dari cabang-nya, memberikan pengarahan dan membantu semua asosiasi komoditas barang dan badan-badan usaha dalam memproteksi dan membela hak kepemilikan intelektual yang bersangkutan dengan bermacam-macam jenis komoditas ekspor yang potensial, bermacam-macam jenis yang membawa pengarahan geografi di pasar dalam dan luar negeri. Deputi Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam Tran Tuan Anh menekankan: “Masalah pengembangan brand nasional menuntut adanya koordinasi ketat antara Negara dan badan-badan usaha. Semua isi dasar dari aktivitas brand nasional akan terus diperhatikan dan disusun menjadi program aktivitas prioritas yang dijalankan oleh Kementerian Industri dan Perdagangan dan Dewan Brand Nasional”.
Dalam proses integrasi ekonomi internasional, masalah brand semakin menjadi panas dan merupakan masalah kunci untuk menjamin kemampuan integrasi dan daya saing bersama perekonomian dan badan-badan usaha. Dengan partisipasi dari Pemerintah dan badan-badan usaha, dalam waktu mendatang, brand Vietnam akan semakin berkembang dan menggeliat ke seluruh dunia./.








