(VOVworld) – Seperti yang telah kami beritakan, Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung dan istri, pada Senin, (23 September) mulai meninggalkan kota Hanoi untuk melakukan kunjungan resmi di Republik Perancis dari 24 sampai 26 September 2013. Kunjungan resmi di Perancis yang dilakukan oleh Perdana Menteri Nguyen Tan Dung kali ini dinilai sebagai kunjungan yang bersejarah, menegakkan fundasi yang lebih mantap bagi Vietnam dan Perancis untuk mendorong secara kuat dan substantif hubungan kerjasama bilateral di semua bidang.
Pada 20 tahun lalu, kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Perancis Francois Mitterrand di Vietnam pada 1993 yang telah mencatat tonggak yang penting, membuka periode baru dalam hubungan dan mendorong kerjasama antara dua negara, maka kunjungan Perdana Menteri Nguyen Tan Dung di Perancis kali ini dilaksanakan dalam periode dimana hubungan antara dua negara semakin berkembang secara intensif, ekstensif, sudah masak dan mencapai taraf untuk menuju ke penggalangan hubungan kemitraan strategis. Ini benar-benar merupakan tonggak yang penting pada saat dua negara memperingati ultah ke-40 penggalangan hubungan bilateral. Dalam keterangannya kepada wartawan tetap Radio Suara Vietnam di Perancis, mantan Duta Besar Perancis untuk Vietnam, Claude Blanchemaison, orang yang pernah membuat persiapan bagi kunjungan Presiden Perancis, Francois Mitterrand di Vietnam pada tahun 1993 menunjukkan: “Vietnam telah menandatangani permufakatan kemitraan strategis dengan Singapura di Asia dan yang terbaru ialah dengan Denmark di Eropa setelah Jerman dan Kerajaan Inggris. Kenyataan itu membuktikan kedinamisan dan keatraktifan Vietnam bagi dunia. Bagi Perancis, Vietnam dan Perancis mempunyai hubungan sejarah, kesamaan tentang kebudayaan dan bertekat bersama-sama memperluas kerjasama di semua bidang. Itulah yang yang menjadi fundasi untuk menggalang hubungan kemitraan strategis antara dua negara kita. Dewasa ini, Perancis yang terletak di tengah-tengah Eropa dan Vietnam yang terletak di tengah-tengah Asia, punya dasar dan posisi untuk mengembangkan hubungan bilateral, khususnya sampai taraf kemitraan baru yang dinilai berada dalam taraf strategis. Saya menyatakan bahwa kita telah mencukupi syarat untuk menggalang hubungan kemitraan strategis baru antara Vietnam dan Perancis”.
Oleh karena itu, dalam kunjungan di Perancis kali ini, Perdana Menteri Nguyen Tan Dung akan bersama dengan para pemimpin Perancis menyampaikan pesan-pesan yang jelas tentang peranan dan posisi Vietnam dan Perancis serta menyatukan semua langkah yang kongkrit untuk merealisasikan hubungan Kemitraan Strategis antara dua negara, terutama ialah mendorong kuat kerjasama ekonomi menjadi intensif, menciptakan terobosan dalam perkembangan perdagangan, kerjasama investasi, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, pelatihan dan kebudayaan antara dua negara. Hubungan Kemitraan Strategis akan merupakan mekanisme bagi Vietnam dan Perancis untuk lebih mendekat, melakukan perbahasan secara substantif tentang masalah-masalah strategis, masalah-masalah kerjasama untuk bersama berkembang dan bersama memberikan sumbangan pada perdamaian, kestabilan, persahabatan dan kesejahteraan di dunia./.








