(VOVworld) – Vietnam memiliki syarat yang kondusif dalam mengembangkan pertanian, akan tetapi, belum banyak badan usaha yang turut menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi pada produksi pertanian, terutama penerapan teknologi informasi dalam mengembangkan pertanian.
(VOVworld) – Vietnam memiliki syarat yang kondusif dalam mengembangkan pertanian, akan tetapi, belum banyak badan usaha yang turut menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi pada produksi pertanian, terutama penerapan teknologi informasi dalam mengembangkan pertanian.

Di Vietnam, Grup Produsen Susu TH telah melakukan investasi pada sistim manajemen tingkat tinggi dan proses produksi yang sempurna dari penanaman rumput, pembangunan kandang sampai distribusi produk sampai ke tangan para konsumen. Menurut itu, sistim usaha tani TH sudah dikomputerisasi 100%, kesehatan kawanan sapi dipantau dengan sistim Chip modern yang dipasang di kakinya.
Perusahaan Persero Telekomunikasi FPT telah bekerjasama dengan Kelompok Fujitsu dari Jepang untuk membangun zona-zona pertanian percontohan yang menerapkan solusi manajemen pertanian Akisai di kabupaten Gia Lam, kota Hanoi dan zona teknologi tinggi kota Ho Chi Minh pada tahap 2015-2016. Menurut itu, semua solusi teknologi informasi akan diterapkan untuk memaksimalkan proses cocok tanam sesuai dengan setiap bibit pohon, tempat cocok tanam dan lain-lain untuk turut menstabilkan produktivitas dan meningkatkan kualitas produk. Rakyat memutakhirkan informasi untuk mengeluarkan proses perawatan sesuai dengan pedologi pepehonan. Bapak Truong Gia Binh, Ketua Dewan Komisaris Perusahaan Persero Telekomunikasi FPT memberitahukan: “Pertanian pintar mungkin merupakan satu terobosan, meningkatkan produktivitas kerja secara berlipat ganda, mengaitkan pengembangan pertanian dengan cabang-cabang sosial-ekonomi lain menciptakan rangkaian nilai pertambahan dan membentuk mekanisme-mekanisme baru bagi pertanian. Hal ini turut meningkatkan posisi nasional Vietnam sehingga bisa menjadi satu gudang bahan makanan pintar, punya sumber daya manusia dan infrastruktur pintar, menjadi destinasi wisata dan menjadi simpul perhubungan dunia”.
Vietnam adalah negeri agraris, punya fundasi teknologi informasi yang cukup berkembang, prosentase petani yang menggunakan telepon genggam tinggi, konektivitas internet dengan kabel optik telah sampai ke kecamatan. Akan tetapi, penerapan teknologi informasi warga di daerah pedesaan masih rendah, banyak badan usaha belum memperhatikan investasi teknologi informasi pada pertanian. Oleh karena itu, Pemerintah telah dan sedang mengarahkan perkembangan makro, memacu pemasyarakatan untuk menyerap partisipasi badan usaha. Penerapan teknologi informasi pada bidang pertanian tidak hanya menciptakan syarat terhadap perkembangan cabang teknologi informasi, tapi juga menciptakan kesempatan sangat besar untuk mengembangkan pertanian pintar di Vietnam.








