![]() |
| Dari persimpangan rel kereta api di awal jalan Tran Phu – Phung Hung, para wisatawan akan melihat banyak warung kopi bermunculan di sepanjang rel kereta api. |
![]() |
| Meskipun setiap warung kopi punya cara menghias dan mengatur yang berbeda, tapi kesamaan di warung-warung kopi ini ialah meja-meja kecil yang bersampingan dan deretan kursi kecil di sebelahnya. |
![]() |
| Pelanggan utama dari warung-warung kopi ini ialah para pemuda yang menyukai penghayatan baru dan sejumlah besar wisatawan asing. |
![]() |
![]() |
| Memahami kebutuhan para wisatawan, selain membuka warung kopi, warga di sana juga menghiasi warungnya dengan lampion-lampion dan bunga yang berwarna-warni. |
![]() |
| Menghayati panorama yang unik dengan cara memfoto yang menarik dari para wisatawan dari Taiwan (Tiongkok). |
![]() |
![]() |
![]() |
| Warung-warung kopi bercahaya dengan warna lampu-lampu yang berkilau-kilau |
![]() |
| Di tengah-tengah suara yang berisik di kota, para wisatawan sering ke sini untuk mencari perasaan diri sendiri, menyanyikan lagu-lagu dan sebagainya |
![]() |
![]() |
| Di banyak warung kopi, papan jadwal keberangkatan kereta api digantung di bawah satu jam besar agar para wisatawan bisa mengetahui informasi dan menghindar dari rel kereta api. |
![]() |
| Sebelum jam kereta api lewat, warung-warung kopi akan mengumpulkan meja dan kursi, serta mengingatkan pada para wisatawan untuk mempertahankan jarak yang aman dengan kereta api. |
![]() |
|
|
Minum kopi di warung di samping rel kereta api berangsur-angsur menjadi satu destinasi yang memberikan penghayatan yang unik bagi wisatawan dalam dan luar negeri./. |








