![]() |
Ketika mau bicara tentang Mu Cang Chai, wisatawan biasanya memilih dua waktu terasering yang indah untuk menikmati pemandangan-nya yaitu pada musim padi menguning di sawah dan air tercurah. Tapi bumi ini juga memiliki keindahan tersendiri, senyap dan puitis dari hutan Tay Bac (Daerah Barat Laut) yang khas dan puitis pada musim dingin.
![]() |
Hutan-hutan cemara yang indah permai
![]() |
Ladang-ladang pertenakan hewan yang hijau
![]() |
Air-air terjun yang masih alami
![]() |
Bukit-bukit batu dengan banyak bentuk di puncak-puncak gunung. Dari situ bisa menikmati pemandangan yang megah
![]() |
Di bawah kaki hutan adalah lembah yang tenang
![]() |
Rumah-rumah sederhana yang bersembunyi di tepi hutan
![]() |
Para perempuan etnis Mong sedang berbincang-bincang setelah musim tanam padi
![]() |
Seorang gadis menjahit pakaian untuk menyambut Hari Raya Tahun Baru Tradisional Imlek
![]() |
Nenek sedang mengajarkan cucu-nya membordir motif-motif tradisional
![]() |
Satu rok yang dijahit secara teliti dari warga etnis minoritas Mong
![]() |
Seorang perempuan menyiapkan benang bordir
![]() |
Kehidupan yang tenteram, cukup sandang dan cukup pangan dari warga etnis di daerah pegunungan
![]() |
Warga bersama-sama mereparasi rumah
![]() |
Seorang laki-laki dengan kerajinan tukang besi tradisional
![]() |
Mu Cang Chai pada waktu senja menyingsing








