Foto ilustrasi: Majalah Bisnis dan Pemasaran |
Di antaranya, nilai ekspor Vietnam pada paruh pertama Februari 2026 mencapai 20,36 miliar USD, meningkat hampir 13% dibandingkan dengan paruh pertama Januari. Pertumbuhan ini terus didorong oleh kelompok industri pengolahan dan manufaktur, terutama produk-produk teknologi tinggi. Sektor telepon dan onderdil mencatat pertumbuhan terkuat, dengan penambahan 668 juta USD, sama dengan hampir 33%. Sektor tekstil dan produk tekstil pulih secara positif, mencapai 1,8 miliar USD, meningkat lebih dari 32%. Yang perlu diperhatikan, nilai ekspor dari sektor modal investasi asing langsung (FDI) mencapai hampir 16 miliar uSD, yang menyumbang hampir 78% dari total nilai ekspor, dan terus memainkan peran utama.
Sebaliknya, nilai impor pada paruh pertama Februari 2026 mencapai lebih dari 21,3 miliar USD. Hingga pertengahan Februari 2026, total nilai impor kumulatif mencapai 66,54 miliar USD, meningkat 40%, atau setara dengan peningkatan 19,02 miliar USD dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025. Permintaan akan bahan bakar dan bahan baku untuk produksi terus menjadi faktor utama untuk mendorong pertumbuhan. Hal ini mencerminkan meningkatnya permintaan energi serta dampak dari gejolak harga energi global.








