OPEC+ secara prinsipil menyetujui peningkatan produksi minyak sebesar 206.000 barel per hari. Peningkatan tersebut diharapkan akan mengurangi kekurangan pasokan global, terutama setelah Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi lebih dari 20% minyak dunia, diblokir pada 28 Februari menyusul peringatan dari Iran.
Meskipun OPEC+ secara tradisional meningkatkan hasil produksi untuk mengimbangi kekurangan, tetapi para analis memperingatkan bahwa kapasitas produksi cadangan kelompok tersebut saat ini sangat terbatas. Sebagian besar kapasitas tambahan terkonsentrasi di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Namun, kedua negara ini juga menghadapi tantangan besar dalam mengekspor minyak mentah hingga aktivitas pelayaran di kawasan Teluk kembali normal.








