Harga minyak dan bahan bakar dunia melonjak drastis akibat operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang mengganggu produksi serta pengangkutan energi dari Timur Tengah – kawasan yang memasok sebagian besar kebutuhan migas pasar global. Harga bahan bakar di Eropa naik lebih dari 50 persen hanya selama sehari, sementara harga minyak Brent meningkat lebih dari 8 persen akibat kekhawatiran atas pengetatan pasokan.
Tidak hanya pasar energi, sektor transportasi laut dan perdagangan internasional juga terdampak ketegangan geo-politik. Maskapai transportasi kontainer besar dari Jerman, Hapag-Lloyd mengumumkan penghentian sementara pesanan pengangkutan komoditas dari Asia ke Teluk. Hal ini berpengaruh terhadap pengiriman-pengiriman komoditas ke Uni Emirat Arab, Irak, Kuwait, Qatar dan Arab Saudi Utara serta jalur-jalur transportasi lintas pelabuhan Jebel Ali di Dubai, salah satu pusat pengangkutan barang terbesar di kawasan.
Dalam perkembangan terkini terkait hal tersebut, Wakil Panglima Komando Pusat Khatam al-Anbia dari Iran, Kiumars Heidari menyatakan bahwa Teheran tetap menangani kegiatan kapal-kapal lintas Selat Hormuz sesuai dengan ketentuan dan hukum internasional. Menurutnya, Iran belum menutup jalur transportasi laut yang sangat vital tersebut.








