(VOVworld) - Pemberian remisi merupakan haluan besar dari Negara Vietnam dan dilaksanakan saban tahun sehubungan dengan hari-hari raya Tanah Air. Untuk mempersiapkan gelombang pemberian remisi untuk tahun ini, badan-badan fungsional sedang giat menyempurnakan semua prosedur untuk membuka peluang kembali kehidupan normal bagi orang-orang yang pernah melanggar hukum.
Penjara Hong Ca, kabupaten Tran Yen, provinsi Yen Bai sedang menahan dan melakukan re-edukasi terhadap 200 narapidana. Dengan kebijakan toleransi dari Negara Vietnam, setiap Hari Nasional (2 September) tiba, banyak narapidana punya perasaan bersama yaitu berdebar-debar, menunggu-nunggu Keputusan Presiden Negara tentang Pemberian remisi. Narapidana Tran Doan Sinh, yang tahun ini diusulkan dan ditinjau oleh Dewan Pemberian Remisi untuk diputuskan oleh atasan memberitahukan: “Ketika baru menerima hukuman penjara selama 15 tahun, saya sangat sedih. Tapi, dengan mendapatkan dorongan semangat dan pendidikan dari personel penjara, saya melihat bahwa tindakan saya salah, maka saat itu, fikiran saya semakin kondusif. Oleh karena itu, saya berupaya sekuat tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilimpahkan oleh petugas penjara supaya berharap bisa mendapakan remisi secepat-cepatnya untuk kembali ke keluarga saya. Saya selalu berfikir bahwa, ketika mendapatkan remisi, saya akan merawat anak -anak saya untuk belajar sampai tuntas supaya mereka tidak pernah menjalankan kesalahan saya yang lama”.
Sehubungan dengan gelombang pemberian remisi untuk tahun ini, penjara Hong Ca melaksanakan secara serius ketentuan-ketentuan Negara, dari melakukan sosialiasasi kepada para narapidana untuk mengerti persyaratan guna diesahkan untuk mendapat remisi sampai mengorganisasi para narapidana secara demokratis memberikan penilaian terhadap kasus-kasus yang cukup mendapat patokan remisi. Oleh karena itu, 132 narapidana yang dipelajari dan diesahkan oleh penjara pada tahun ini telah mendapat kebulatan pendapat tinggi dari para narapidana.

Bersamaan dengan proses persiapan di semua penjara, semua tim verifikasi antar instansi telah langsung melakukan pemeriksaan, verifikasi, pembandingan dokumen asli dari narapidana dengan dokumen permintaan remisi semua anggota Dewan Penasehat Pusat tentang Pemberian Remisi juga langsung datang di semua rumah penjara untuk memeriksa dan melakukan verifikasi dokumen, daftar narapidana yang diusulkan mendapat remisi. Sementara itu, Kejaksaan Rakyat Agung mengawasi ketat pembuatan dokumen dan daftar narapidana yang diusulkan mendapat remsi yang dilaporkan kepada Presiden Negara untuk ditinjau dan diesahkan. Deputi Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Ketua Dewan Penasehat Pusat tentang Pemberian Remisi memberitahukan.“Pemberian remisi merupakan toleransi istimewa dari Negara Vietnam terhadap orang- orang yang dijatuhkan hukuman penjara guna menyemangati mereka untuk bertobat aktif belajar, bekerja dan melakukan re-edukasi, menggembleng diri dan berlatih menjadi orang yang baik untuk masyarakat, memberikan remisi untuk memanifestasikan tradisi kemanusiaan dari bangsa terhadap orang- orang yang melanggar hukum. Pemberian remisi harus dilakukan ketat, sesuai dengan undang-undang, tepat pada hukum, menjamin prinsip demokratis, obyektif, adil terbuka, transparan, tepat pada orang-nya, sesuai persyaratan, tidak boleh ada yang tertinggal dan penyelewengan, menjamin tuntutan dalam negeri dan luar negeri, menjamin keamanan nasional, ketertiban dan keselamatan masyarakat”.
Memberikan remisi dan membebaskan narapidara sebelum batas waktu adalah kebijakan kemanusiaan dari Vietnam dalam pekerjaan berjuang memberantas kriminalitas. Dari 2009 sampai sekarang, Vietnam telah melakukan 4 gelombang pemberian remisi dan pembebasan narapidara sebelum batas waktu untuk lebih dari 48.000 narapidana, diantaranya ada banyak narapidana asing yang melanggar hukum Vietnam. Pekerjaan pemberian remisi dari Vietnam mendapat penilaian tinggi dari opini umum di dalam negeri dan luar negeri. Angka 30% narapidana yang mendapat remisi dan hanya dibawah 1% diantara-nya yang melanggar hukum kembali telah menegaskan akan ketepatan dan efektivitas kebijakan ini./.








