Pekan lalu, saudara Safril Susanto di Jawa Timur mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio pada 16 Maret dengan SINPO 55555. Dari Aceh, saudara Dustin Alfahta mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio dari 18 hingga 19 Maret di kedua frekuensi 12020 Khz dan 9840 Khz dengan SINPO 44343 dan 24222. Saudara Saeful Fahmi di Lombok mengirim laporan yang memberitahukan sudah menerima suvenir kiriman VOV. Kami juga menerima laporan hasil pemantauan siaran radio yang dikirim saudara Rudy Hartono di Kalimantan Barat, saudara Agus Budiman di Bandung, saudari Linda Christanty dan beberapa pendengar lain di Indonesia. Laporan-laporannya menunjukkan bahwa kualitas gelombang radio relatif stabil di kedua frekuensi 12020 Khz dan 9840 Khz.
Selain laporan-laporan pemantauan siaran radio yang dikirim para pendengar di Indonesia, kami juga secara rutin menerima laporan hasil pemantuan siaran radio yang dikirim saudara Najimuddin, saudara Shivendu Paul, saudara Siddhartha Bhattacharjee di India serta saudara Muhammad Aqeel Bashir di Pakistan. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendengar.
Dubes Vietnam di Jerman, Nguyen Dac Thanh (yang ketiga dari kiri) berfoto bersama dengan Hai Ho dan Nam Nguyen, kedua pendiri Alterno dan para pejabat Kedutaan Besar Vietnam di Jerman pada upacara cara Set Award 2026 (FotoL: Thu Hang/VNA) |
Para pendengar yang budiman! Pada pekan lalu, ketika mengirim surat kepada kami, saudara Muhammad Aqeel Bashir di Pakistan berbagi: “Saya ingin mengucapkan selamat kepada Vietnam. Sangat menggembirakan ketika Perusahaan Alterno melampaui sekitar 500 calon yang berasal dari 79 negara dan berhasil masuk 15 besar dalam Upacara pemberian penghargaan SET Award 2026 yang diselenggarakan di Berlin, Jerman pada 17 Maret. Ini merupakan momen yang sangat membanggakan tidak hanya bagi Vietnam saja, tetapi juga bagi seluruh pendengar VOV. Semua prestasi tersebut menunjukkan potensi kuat Vietnam di sektor energi yang berkelanjutan dan inovasi kreatif. Saya sungguh mengapresiasi VOV yang telah menyebarkan kisah-kisah yang positif dan inspiratif kepada dunia internasional”.
Kami mengucapkan terima kasih atas pemantauan siaran kepada saudara Muhammad Aqeel. Silakan selalu mengikuti situs website kami di : www.vovworld.vn untuk mendapatkan pembaruan informasi yang akurat, lengkap dan menarik di semua segi kehidupan di Vietnam!
Wisatawan dengan gembira menawarkan tur agro-wisata (Foto: VOV) |
Selain mendapat surat lewat email indonesia.vov5@gmail.com, kami terus mendapat like, share dan komentar para pendengar di Fanpage VOV5 Indonesia, khususnya tentang artikel-artikel yang memperkenalkan negara, manusia dan kehidupan perkotaan di Vietnam. Ketika mengomentari artikel dengan judul: “Tur Agrowisata di sekitar gunung Ba Den” para pendengar menyatakan ketertarikannnya dengan layanan pertanian tersebut: “pengalaman Perjalanan yang sangat tertarik. Wisatawan dapat belajar merawat pohon buah-buahan sekaligus menikmati buah-buahan organik yang bermanfaat untuk kesehatan”, “Sangat menyenangkan dengan begitu banyak jenis buah”. “Sangat tertarik, dapat berjalan-jalan di kebun, memetik buah langsung dari pohonnya, menikmati kuliner khas daerah, serta berfoto di tengah suasana hijau dan sejuk khas di perkebunan”.
Dan di bawah artikel : “Sa Pa: Ketika warisan menjadi denyut nadi kota”, saudara Subyarno Triyanto mengomentari: “Warisan budaya perlu dilestarikan dan dikonservasi”. Saudara Haif Parasetya juga memberitahukan: “konservasi warisan yang terkait dengan pengalaman baru untuk wisatawan. Hal itu turut menyerap kedatangan lebih banyak wisatawan”.
Para pendengar yang budiman, hari raya Idul Fitri sudah berakhir. Pada pekan lalu, kami terus menerima tanggapan dari para pendengar tentang suasana perayaan hari raya Idul Fitri di Indonesia. Saudara C.Nurdin di Banten berbagi:
Saudara C.Nurdin yang budiman! Saat ini, penganut Muslim di Vietnam, berjumlah kira-kira 72.000 jiwa (berdasarkan data statistik dari Badan Agama Pemerintah), yang terbagi menjadi dua cabang yaitu Cham Islam dan Cham Bani.
Komunitas Cham Bani melaksanakan protokol mengunjungi makam pada bulan Ramadan (Foto: Doan Si/VOV Kota Ho Chi Minh) |
Baik masyarakat Cham Islam maupun Cham Bani, semuanya memiliki keyakinan agama yang mendalam kepada Allah dan Al-Quran. Namun, keyakinan mereka berbeda dalam praktik hukum Islam. Cham Islam hampir sepenuhnya mematuhi hukum Islam. Sementara itu, masyarakat Cham Bani mematuhi hukum secara simbolis, tidak sepenuhnya melaksanakan lima rukun islam, tetapi hanya selama puasa Ramadan atau bulan “memasuki pagoda” bagi para pemuka agama.
Bagi penganut Cham Bani, mereka percaya bahwa pelaksanaan kewajiban agama dasar adalah tanggung jawab para ulama, biasanya yang mewakili marga dari desa Cham di masjid di desa tersebut. Mereka hanya mematuhi pembatasan makanan dan pergi ke masjid pada kesempatan khusus seperti bulan Ramadan.
Saudara C.Nurdin yang budiman! Kami berharap agar informasi tersebut akan memuaskan anda. Apabila ada pertanyaan-pertanyaan atau ingin mencari tahu tentang negara, manusia dan informasi budaya-sosial, ekonomi dan sebagainya, silahkan mengirim email ke indonesia.vov5@gmail.com atau melalui alamat post: Jalan Ba Trieu, Nomor 45, Kecamatan Cua Nam, Kota Hanoi. Sampai di sini, berakhir sudah acara “Kotak Surat Anda” pekan ini. Sampai jumpa lagi.








