Panorama konferensi pers tersebut (Foto: VOV) |
Dengan tema: “Gia Lai – Hutan rimba yang berpadu dengan laut biru” (Gia Lai - Mountaines embrace the sea), Tahun Pariwisata Nasional – Gia Lai 2026 tidak hanya melambangkan ruang geografis pasca penggabungan, tetapi juga menyimpan pesan strategis tentang keharmonisan antara daerah dataran inggi, laut, dan pulau, antara alam yang megah dan identitas kebudayaan etnis yang unik, budaya gong dan bonang, antara pengkonservasian dan pembangunan. Dalam acara tersebut, Do Dieu Hanh, Direktur Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Gia Lai memberitahukan bahwa Provinsi Gia Lai juga mengkovergensi banyak nilai budaya tipikal dan daya sebar di tingkat nasional dan internasional.
“Tahun Pariwisata Nasional – Gia Lai 2026 menegaskan brand nasional yang terkait dengan identitas unik dari berbagai etnis, perjalanan konektivitas yang terus-menerus, memiliki kedalaman yang berdasarkan pada nilai kebudayaan dan emosi nyata tentang ruang hutan rimba, konektivitas antara hutan dan laut. Menurut rencana, Upacara pembukaan akan berlangsung pada bulan Maret tahun 2026 di Kecamatan Quy Nhon, Upacara penutupan berlangsung pada akhir Desember tahun 2026 di Kecamatan Pleiku”.








