(VOVworld) – Presiden Republik Korea, Park Geun-hye pada hari Senin, (9 September) memulai aktivitas-aktivitas utama dalam kunjungan kenegaraan di Vietnam, atas undangan Presiden Negara Vietnam, Truong Tan Sang. Ini merupakan kunjungan pertama di Vietnam yang dilakukan oleh Presiden Park Geun-hye setelah dilantik pada Februari 2013. Kunjungan yang dilakukan oleh Kepala Negara yang punya perekonomian yang besarnya nomor 4 di Asia dan besarnya nomor 15 di dunia menjanjikan akan membuka kesempatan-kesempatan kerjasama baru di semua bidang, khususnya ialah ekonomi, perdagangan dan investasi, menciptakan prasyarat untuk memperkuat hubungan kemitraan strategis Vietnam-Republik Korea pada waktu mendatang.
Selama 20 tahun ini, kunjungan terus-menerus yang dilakukan oleh pimpinan senior dua negara telah menciptakan keterkaitan dan saling percaya yang sangat tinggi. Hanya dalam waktu dari 2001 sampai 2009, dua pihak telah dua kali meningkatkan hubungan dari “Hubungan Kemitraan” menjadi “Hubungan Kemitraan Komprehensif dalam Abad ke-21”, lalu menjadi “Hubungan Kemitraan Kerjasama Strategis”. Itulah hal-hal yang telah menciptakan syarat bagi hubungan antara dua negara untuk berkembang kuat di semua bidang. Hal ini telah ditegaskan oleh Ketua Majelis Nasional Vietnam, Nguyen Sinh Hung dalam pembicaraan dengan Ketua Parlemen Republik Korea, Kang Chang-hi sehubungan dengan kunjungannya di Republik Korea pada akhir Juli 2013 lalu: “Kerjasama Republik Korea-Vietnam dalam masa lalu baik dan masa depannya cerah. Hanya dalam waktu 20 tahun, tapi, jumlah pekerjaan yang dilakukan oleh dua negara sangat banyak, hubungan luar negeri, kerjasama politik, pertahanan, keamanan, khususnya ialah ekonomi, kebudayaan, pendidikan, pariwisata, temu pertukaran rakyat dan temu pertukaran pemerintah sangat beranekaragam”.
Dalam waktu 20 tahun ini, petukaran perdagangan antara dua negara telah meningkat 44 kali lipat, investasi meningkat 250 kali lipat, temu pertukaran rakyat meningkat 80 kali lipat dan Vietnam juga adalah negara yang menerima bantuan terbesar dari Republik Korea. Lebih dari 100.000 penduduk Vietnam dan Republik Korea sedang bermukim di masing-masing negara. Yang patut diperhatikan ialah 50.000 pasangan warga dua negara telah memilih satu sama lain sebagai teman hidupnya, membawa hubungan Vietnam-Republik Korea menjadi lebih istimewa, melampaui hubungan sahabat untuk menjadi hubungan yang akrab seperti keluarga.
Di atas fundasi hubungan yang baik itu, pada periode baru, dalam menghadapi perkembangan di kawasan dan dunia yang ada segi plus dan segi minusnya, dua negara Vietnam dan Republik Korea sedang berusaha terus mengembangkan hubungan kemitraan strategis yang dibangun pada tahun 2009, menguasai faktor-faktor kunci untuk mencapai kesejahteraan bersama pada tahun 2015. Walaupun pertukaran dagang selama ini mencapai pertumbuhan mencuat, tapi menutut penilaian banyak ekonom dua negara, kerjasama investasi antara Vietnam dengan Republik Korea hingga saat ini pada pokoknya di bidang industri ringan. Pada waktu mendatang, untuk membawa hubungan kerjasama ekonomi berkembang lebih lanjut lagi, dua negara harus mengembangkannya ke bidang-bidang yang beranekaragam lainnya yang punya nilai pertambahan tinggi. Dalam satu lokakarya yang diadakan baru-baru ini, Vu Khoan, mantan Deputi Perdana Menteri Pemerintah, mantan Ketua Bersama Komite Kerjasama antara Pemerintah Vietnam-Republik Korea menekankan: “Dalam menghadapi perkembangan-perkembangan yang kondusif dan potensial dengan banyak tantangan di kawasan Asia-Pasifik, maka masalah meningkatkan lebih lanjut lagi hubungan kemitraan kerjasama strategis tentang politik, keamanan dan ekonomi antara dua negara kita semakin diperlukan lebih dari pada yang sudah-sudah untuk memberikan sumbangan yang efektif pada perdamaian, kestabilan dan kerjasama di kawasan”.








