VOV WorldVOV World
Mendorong Pengarusutamaan Gender dalam Penanggulangan Dampak Bom dan Ranjau Pasca Perang
30/03/2026 11:02
(VOVWORLD) - Pada Senin pagi (30 Maret), di Kota Hanoi, Pusat Aksi Bom dan Ranjau Nasional Vietnam (VNMAC) berkoordinasi dengan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), menyelenggarakan lokakarya dengan tajuk “Pengarusutamaan gender ke dalam kegiatan penanggulangan bom dan ranjau pasca perang di Vietnam”. Lokakarya tersebut berlangsung menjelang peringatan Hari Aksi Bom dan Ranjau Internasional (4 April).
Mendorong Pengarusutamaan Gender dalam Penanggulangan Dampak Bom dan Ranjau Pasca Perang
Anggota Kelompok Penasihat Bom dan Ranjau MAG menjinakkan bom dan ranjau di Kecamatan Dai Trach (Provinsi Quang Tri). (Foto ilustrasi: Ta Chuyen/VNA) Pada upacara pembukaan lokakarya tersebut, Kolonel Nghiem Xuan Long, Wakil Direktur Jenderal VNMAC, menekankan bahwa penanggulangan dampak bom dan ranjau bukan sekadar tugas teknis untuk menghilangkan bom, ranjau dan sisa-sisa bahan peledak pasca perang, tetapi juga bagian penting dari menjamin keselamatan manusia dan mendukung pembangunan sosial-ekonomi. Kegiatan survei, penjinakan bom dan ranjau, dan pendidikan bahaya kecelakaan, serta dukungan bagi korban bom dan ranjau di Vietnam, semuanya bertujuan untuk menjamin agar perempuan, laki-laki, anak-anak, kaum difabel, dan kelompok rentan lainnya  berpeluang untuk mengakses layanan-layanan secara setara. Ketika mengapresiasi kemajuan Vietnam, Ramla Khalidi, Kepala Perwakilan Tetap UNDP di Vietnam, mengungkapkan peran perempuan yang tak tergantikan. Ia menekankan bahwa perempuan membawa banyak keahlian penting, seperti: teknologi, pemetaan digital, manajemen publik, kepemimpinan masyarakat, dan lain-lain, sehingga meningkatkan kualitas di setiap tahapan dalam penanggulangan dampak bom dan ranjau, memperbaiki akurasi data, dan mengambil keputusan yang mencerminkan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat secara tepat.
TAG
VOV/VOVworld/Mendorong Pengarusutamaan Gender/Penanggulangan Dampak/Bom dan Ranjau Pasca Perang