VOV WorldVOV World
Kemudahan dan Tantangan bagi Presiden Suriah dalam Masa Bakti Baru
01/06/2021 10:32
(VOVWORLD) - Di samping proses perdamaian Palestina-Israel dan dokumen nuklir Iran, selama hari-hari lalu, opini umum internasional juga menaruh perhatian khusus erhadap satu “titik panas” yang lain di kawasan Timur Tengah yakni Suriah, negara yang baru saja menyelenggarakan pemilihan presiden dengan kemenangan yang diraih oleh presiden petahana Bashar Assad. Menurut para analis, kemenangan yang dicapai oleh Presiden Assad memiliki arti penting untuk memperkokoh kemenangan-kemenangan yang dicapai oleh Pemerintah Suriah setelah 11 tahun mengalami perang saudara. Tetapi, bagaimana mengatasi tantangan-tantangan yang tengah dihadapi Suriah barulah masalah yang patut dibahas.
Kemudahan dan Tantangan bagi Presiden Suriah dalam Masa Bakti Baru
Menurut hasil penghitungan suara yang diumumkan oleh Parlemen Suriah pada 27 Mei, presiden petahana Bashar Assad mencapai kemenangan mutlak dalam pemilihan yang diadakan pada 26 Mei dengan persentase suara dukungan mencapai 95 persen. Di samping itu, meskipun di tengah situasi keamanan yang tidak stabil dan dampak pandemi Covid-19, tetapi masih ada sampai 14,2 juta pemilih sama dengan 77 persen pemilih yang ikut memberikan suara. Dibandingkan dengan pemilihan presiden pada 2014, persentase pemilih yang turut memberikan suara serta jumlah suara diperuntukkan kepada Presiden Assad meningkat secara signifikan. Menurut para analis, pada latar belakang Suriah tengah menghadapi banyak tantangan besar seperti perpecahan wilayah dan kontradiksi etnis, dampak pandemi Covid-19, situasi kawasan yang kompleks atau intervensi yang kurang itikad baik dari luar dan sebagainya, maka masalah mendapat dukungan dari mayoritas warga dianggap sebagai satu kemudahan bagi Presiden Assad dalam masa bakti presiden ke-4 ini.