VOV WorldVOV World
Laut Timur 2020 – Dari Nota Diplomatik Sampai Semangat Supremasi Hukum
18/12/2020 10:35
(VOVWORLD) - Tahun 2020 yang akan segera berakhir menjadi saksi ketika banyak negara pesisir Laut Timur menunjukkan secara lebih jelas pendirian hukumnya di Laut Timur, melalui perang nota di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bukan hanya negara-negara di kawasan, tetapi banyak negara di luar kawasan juga menyatakan hak mereka yang sah sebagai anggota Konvensi PBB tentang Hukum Laut - tahun 1982 (UNCLOS 1982). Hal itu menegaskan bahwa Laut Timur tidak hanya menjadi masalah antara ASEAN dengan Tiongkok saja, tetapi juga menjadi perhatian bersama komunitas dunia.
Laut Timur 2020 – Dari Nota Diplomatik Sampai Semangat Supremasi Hukum
 Kapal perang Australia, Amerika Serikat dan Jepang melakukan latihan perang di Laut Filipina, dekat Laut Timur, pada Juli 2020 (Foto: Angkatan Laut Amerika Serikat) Selama setahun terakhir, komunitas internasional telah menyaksikan “perang nota” terkait masalah Laut Timur, yang diawali ketika Malaysia menyampaikan pengajuan tentang perbatasan landas kontinen yang diperluas negara ini di Laut Timur kepada Komisi Perbatasan Landas Kontinen, pada Desember 2019. Kemudian, banyak negara juga menyampaikan nota dan surat dinas  yang memrotes argumentasi-argumentasi Tiongkok yang salah terhadap Laut Timur.