(VOVworld) - Pada hari-hari bulan Ferbruari ini, dua negara Vietnam dan Amerika Serikat (AS) bersama-sama memperingati satu hari maha penting yalah tepat 20 tahun lalu, AS resmi menyatakan menghapus embargo terhadap Vietnam, membongkarkan pagar rintangan terakhir untuk menuju ke normalisasi hubungan antara dua negara. Sejak waktu itu, sejarah hubungan Vietnam-AS telah memasuki satu halaman baru, percaya dan bersama- sama menuju ke satu masa depan yang lebih baik.

Segera setelah perang berakhir, dalam satu pesan kepada AS, para pemimpin Vietnam telah menekankan: Vietnam menginginkan penggalangan hubungan baik dengan AS, di atas dasar saling menghormati. Di atas semangat itu, fihak Vietnam berusaha melakukan semua yang bisa dilakukan untuk tidak memperburuk lagi hubungan dengan AS pada masa depan. Tidak ada permusuhan terhadap AS di Vietnam dan Vietnam juga tidak ingin melihat hal itu di fihak AS. Vietnam menyerukan kepada AS supaya melakukan normalisasi hubungan. Pada Januari 1977, Kementerian Luar Negeri AS mengajukan peta jalan tiga langkah untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Vietnam.
Akan tetapi, 17 tahun setelah itu, dengan banyak upaya yang dijalankan kedua negara, maka pada 3 Februari 1994, Presiden AS pada waktu itu, Bill Clinton resmi menyatakan menghapus embargo perdagangan terhadap Vietnam. Keputusan itu turut membawa hubungan bilateral berkembang secara intensif dan komprehensif seperti sekarang. Dan seperti kata-kata yang ditulis Presiden Vietnam, Truong Tan Sang dalam surat kepada mantan Presiden AS, Bill Clinton sehubungan dengan peristiwa ini, keputusan menghapus embargo perdagangan terhadap Vietnam telah memberikan titik habis untuk halaman sejarah yang sulit antara dua negara, membuka era baru untuk hubungan bilateral.
Angka- angka yang mengesankan
Setelah 20 tahun menghapus embargo perdagangan, sampai sekarang kerjasama Vietnam-AS semakin menjadi lebih efektif dan substantif, khususnya sejak setelah dua negara membentuk kerangka hubungan kemitraan strategis pada Juli tahun 2013 sehubungan dengan kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Vietnam, Truong Tan Sang di AS. Deputi Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri Vietnam, Pham Binh Minh menegaskan:“Kalau kita melihat kembali tahap dimulainya normalisasi hubungan, pada saat itu nilai perdagangan mencapai USD 450 juta, maka sekarang angka itu meningkat 50 kali lipat. Bisa dikatakan bahwa itu merupakan kenaikan melompat dalam hubungan antara Vietnam dan semua negara. Tentang investasi, AS menduduki posisi ke-7 diantara para investor yang paling besar di Vietnam dengan total modal investasi langsung di Vietnam mencapai lebih dari USD 10 miliar. Bisa dikatakan bahwa potensi di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi amat besar, baik Vietnam maupun AS semuanya menganggap ini sebagai bidang yang perlu diprioritaskan pada waktu mendatang”.
Bersandar pada hasil kerjasama bilateral selama 20 tahun ini, dua negara sekarang ini sedang terus bekerjasama erat untuk menetapkan semua prinsip perdagangan dan investasi, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masing-masing perekonomian. Yaitu dua fihak sedang menggiatkan masuknya ke dalam Perjanjian Perdagangan Bebas regional trans Pasifik (TPP). Ini merupakan fundasi untuk melakukan integrasi ekonomi di seluruh kawasan Asia-Pasifik, mendorong kepentingan ekonomi baik bagi AS maupun baghi Vietnam untuk masa bertahun- tahun mendatang.








