logo

Amerika Serikat Mendorong Semua Upaya untuk Cepat Mencapai Permufakatan dengan Iran

2025/6/3 | 08:26:00
(VOVWORLD) - Pemerintah Amerika Serikat (AS) baru saja mengajukan usulan baru untuk melanjutkan kembali perundingan nuklir langsung dengan Iran, yang membolehkan Teheran untuk memperkaya uranium pada tingkat rendah dan mempertahankan sebagian infrastruktur nuklirnya, sekaligus menangguhkan sanksi terhadap Iran. Ini dianggap sebagai upaya terbaru AS untuk cepat mencapai kesepakatan baru dengan Iran terkait isu nuklir.  
Pabrik nuklir Iran (Foto: Reuters)


Cara pendekatan baru

Menurut isi usulan baru yang dikirim AS kepada Iran, pihak AS menerima pengayaan uranium Iran di fasilitas di pẻmukân bumi untuk mengabdi produksi energi nuklir sipil, dengan konsentrasi dibatasi hingga 3% menurut pedoman Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Namun, AS meminta Iran untuk tidak mengoperasikan lokasi-lokasi pengayaan di bawah tanah selama periode negosiasi, menghentikan penelitian dan pengembangan teknologi  sentrìugal baru, dan tidak mengirim semua uranium yang diperkaya ke luar negeri. Usulan AS juga mencakup mekanisme pemantauan dan verifikasi yang ketat, termasuk penerapan otomatis Protokol Tambahan IAEA. Pelonggaran sanksi terhadap Iran akan dilakukan setelah Teheran membuktikan kepada AS dan IAEA bahwa mereka mematuhi usulan tersebut.

Usulan AS diajukan tepat segẻa putaran ke-5 perundingan tidak langsung antara AS dan Iran dengan Oman sebagai mediator di Roma, Italia. Bersamaan dengan usulan baru tersebut, pemerintah AS juga membuat langkah penting lainnya ketika pada tanggal 1 Juni, banyak surat kabar besar di AS memberitakan bahwa Gedung Putih telah mengirimkan instruksi kepada Kementerian Luar Negeri AS, Kementerian Keuangan, dan Dewan Keamanan Nasional AS untuk meminta penghentian sêmntẩ semua sanksi baru terhadap Iran. Usulan tersebut juga merupakan langkah resmi pertama pemerintahan pimpinan Presiden Donald Trump yang menuju ke perundingan langsung dengan Iran. Mantan diplomat Iran sekaligus analis politik Timur Tengah, Mehrdad Khonsari menilai:

“Tujuan AS  yang terakhir dan di atas segalanya  ialah menghapuskan semua ancaman dari program nuklir Iran dan semua ancaman ini bisa dikurangi menurut banyak car yang berbeda. Sementara itu, hal yang paling diinginkan Iran ialah menghapuskan semua sanksi ekonomi, bersamaan itu tekanan ekonomi berkurang .”

Dalam pertanyaan yang dikeluarkan pada tgl 2 Juni, Juru Bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa Teheran masih belum sepakat dengan usulan AS karena tidak ada jaminan yang jelas tentang penghapuskan sanksi. Namun, kalangan pengamat menyatakan bahwa AS menerima pengayaan uranium di tingkat rendah sedikitnya bisa menjamin satu “garis batas merah” yang dikeluarkan Presiden Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami pada tgl 1 Juni bahwa program pengayaan uranium merupakan fondasi dari industri nuklir Iran dan negara ini berhak membangun industri nuklir sipil.

Bahaya  masih  berada di taraf tinggi

Perubahan cara pendekatan dari AS menciptakan harapan akan terobosan dalam negosiasi antara Iran dan AS pada beberapa hari mendatang, mungkin dalam bentuk langsung. Menurut kalangan pengamat, baik AS maupun Iran saat ini berharap supaya segera mencapai kesepakatan baru untuk menggantikan Perjanjian Nuklir Iran 2015,  atau disebut Perjanjian P5+1, yang segera dihentikan selama masa jabatan pertama Donald Trump sebagai Presiden.

Pada pihak Iran, dengan cepat ada permufakatan akan membantu mengurangi kerugian ekonomi,  sementara di pihak AS, dengan cepat menghentikan isu-isu internasional yang sedang panas, termasuk konflik Rusia-Ukraina, konflik Gaza, masalah nuklir Iran, dll yang dianggap sebagai prioritas politik luar negeri saat ini dari Presiden Donald Trump. Ibu Sanam Vakil, Direktur Program Timur Tengah dan Afrika Utara di Chatham House (Inggris), menilai:

 “Bagi Iran, hal yang penting lainnya  yalah harus menunda penerapan kembali sanksi. Pada pihak Presiden Donald Trump, dia ingin segera mencapai kesepakatan positif untuk membuktikan bahwa dia adalah seorang negosiator dan pemimpin yang dapat membawa perdamaian ke Timur Tengah. Oleh karena itu, saat ini ada minat untuk mempercepat negosiasi, tetapi tentu saja masih banyak kendala untuk cepat mencapai kesepakatan.”

Beberapa pakar juga mengatakan bahwa meskipun kedua belah pihak, terutama pemerintah AS, ingin segera mencapai kesepakatan, tetapi sudah tidak banyak lagi waktu yang tersisa. Pada tanggal 2 Juni lalu, pejabat IAEA, bersama dengan Iran dan Mesir, mengadakan pertemuan trilateral di Kairo, Mesir, untuk membahas cara-cara meredakan ketegangan dan mendorong negosiasi. Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengusulkan para pihak untuk memberi peranan yang lebih besar kepada organisasi ini dalam negosiasi:

 “Ketika ada negosiasi dan semua usulan di atas meja untuk menemukan jalan untuk menghindari konflik di kawasan yang telah sangat menderita kesengsaraan,, maka jelasnya bahwa IAEA memainkan peran. Bukan sebagai negosiator, tetapi sebagai fasilitator, pemrakarsa, dan sponsor bagi  setiap permufakatan.

 Direncanakan segera setelah Iran mengajukan jawaban resmi  untuk usulan baru AS, kedua belah pihak dapat melakukan putaran negosiasi berikutnya paling cepat pada akhir pekan ini./.

TAG
VOV/VOVworld/Amerika Serikat/Upaya/Permufakatan/Iran

Yang lain