“Bunker Sandi dari Markas Besar dibangun pada tahun 1966. Bunker ini luasnya lebih dari 37 meter persegi dengan kedalaman dari 4 hingga 5 meter, terdiri dari 3 ruangan (2 ruang kerja dan 1 ruang untuk peralatan teknis). Bunker ini tahan terhadap tekanan nuklir, radiasi, dan gas beracun. Di dalam bunker ada sistem pendingin udara dengan digunakan uap air, ventilasi, penyaring racun, ventilasi alami,… Bunker ini mampu menampung satu shift 10-15 orang yang bekerja pada waktu bersama”.
Demikian penjelasan dari Ibu Nguyen Khanh Van, pemandu wisata di Bunker Sandi – Markas Besar Kepala Staf Umum di Situs peninggalan sejarah Pusat Benteng Kerajaan Thang Long - Hanoi.
Hari-hari ini, di depan pintu bunker sandi – Markas Besar Staf Umum di kawasan situs peninggalan sejarah Pusat Benten Kerajaan Thang Long - Hanoi, dipenuhi oleh warna bendera. (Foto: Kim Lieu/VOV5) |
Bunker Sandi dari Markas Besar Kepala Staf Umum merupakan salah satu bagian dari sistem bunker di Pusat Benteng Kerajaan Thang Long - Hanoi, disamping itu ada Rumah dan Bunker Komite Militer Pusat (D67) serta Bunker Komando Operasi (T1). Inilah tempat dimana lembaga- lembaga di Markas Besar Kepala Staf Umum bekerja dan mengeluarkan keputusan-keputusan penting, berkontribusi pada kemenangan bangsa pada tahun 1975.
Selama masa perang, Bunker Sandi menjadi urat nadi informasi, komunikasi rahasia tetap terjaga. Dokumen, surat-surat dinas, laporan yang masuk, serta telegram-telegram perintah yang dikirim ke seluruh medan perang dan satuan-satuan militer, secara terus menerus diproses dan didistribusikan, berkontribusi langsung pada penjaminan kepemimpinan Markas Besar Tentara Rakyat Vietnam. Bunker ini membantu Politbiro dan Komite Militer Pusat menjalankan kepemimpinan dan bimbingan dalam perang perlawanan untuk membela tanah air. Bunker digunakan paling banyak pada bulan Desember 1972, saat Angkatan Udara Amerika Serikat melakukan serangan paling dahsyat terhadap Ibu Kota Hanoi dan Kota Hai Phong.
Profesor, Doktor Nguyen Manh Ha, Mantan Kepala Institut Sejarah Partai, Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh, mengatakan: “Salah satu lembaga yang paling penting adalah Lembaga Persandian- tempat menerima dan mengirim puluhan ribu telegram selama masa perang perlawanan untuk menyelematkan tanah air. Bimbingan terhadap medan perang diberikan dengan sangat cepat, rahasia, dan aman. Ketika terjadi pengeboman oleh Amerika Serikat, mereka segera turun ke dalam bunker dan bekerja 24 jam siang-malam, 7 hari seminggu, agar supaya menjamin jalur bimbingan dan komunikasi antara Hanoi dengan semua medan perang tetap lancar. Mereka memainkan peran penting dalam kemenangan bersama tanah air”.
Pintu masuk ke Bunker Sandi (Foto: Kim Lieu/VOV5) |
Situs peninggalan sejarah Bunker Sandi direkonstruksi hampir seperti kondisi aslinya, dipadukan dengan pameran benda-benda bersejarah yang berharga, seperti: segel C58, cap “sangat mendesak”, cap “mendesak”, telegram rahasia, pena tinta, tas dokumen, dan lain-lain. Semua benda itu merupakan kenang-kenangan yang berkaitan dengan pekerjaan yang diam-diam dari para petugas dan prajurit sandi. Ruang pameran juga dilengkapi dengan film dokumenter, sistem panel informasi dan suara, sehingga membantu pengunjung seolah-olah kembali ke masa sejarah.
Saat mengunjungi Bunker Sandi, para wisatawan dapat melihat langsung telegram-telegram rahasia, foto para petugas dan prajurit sandi yang bekerja siang malam tanpa lelah; merasakan secara nyata betapa kesengitan perang serta semangat yang teguh dari tentara dan rakyat Vietnam.
Tempat memamerkan benda-benda bersejarah yang berharga seperti: stempel segel C58, stempel "sangat mendesak", stempel "mendesak", pena tinta, tas dokumen...(Foto: Kim Lieu/VOV5) |
Sejak dibuka pada tanggal 19 Agustus hingga sekarang, Bunker Sandi telah menjadi salah satu destinasi yang menarik di ibu kota Hanoi, dan telah menarik kedatangan banyak pengunjung, terutama generasi muda.
Guru dan murid dari Sekolah Bintang Hanoi (Ngôi sao Hà Nội) yang berkunjung berbagi kesan:
“Para murid dan guru ketika turun ke dalam bunker, hanya dengan menghirup udara di sana saja, sudah bisa merasakan semangat patriotisme, suasana khidmat dan heroik dari bangsa”.
“Saat turun ke dalam bunker, saya sangat terkejut karena dia jauh lebih besar dari yang saya bayangkan. Saya merasa sangat senang dan bersemangat”.
Situs peninggalan sejarah revolusi Bunker Sandi dari Markas Besar Kepala Staf Umum turut menambah nilai khas dari Benteng Kerajaan Thang Long - Warisan Budaya Dunia. Pekerjaan pelestarian dan pengembangan nilai situs ini tidak hanya bertujuan untuk mendidik tradisi patriotisme, tetapi juga untuk memelihara aspirasi perdamaian dari bangsa Vietnam.








