logo

Kota Hanoi Menguji Sistem Prakiraan Kualitas Udara Dini

2026/3/20 | 04:00:00
(VOVWORLD) -Kota Hanoi saat ini sedang menguji HanoiAir, sebuah sistem prakiraan kualitas udara dini berbasis kecerdasan buatan (AI). Aplikasi ini mampu memprediksi polusi di tingkat PM2.5 hingga 9 hari ke depan dan diharapkan menjadi alat peringatan dini bagi masyarakat agar dapat secara proaktif mencegah dan melindungi kesehatan mereka.

Polusi udara di Kota Hanoi (Foto: VOV)

Kualitas udara Hanoi sering kali berada berada pada kategori "tidak sehat" hingga "buruk." Karena memiliki sistem pernapasan yang sensitif, Ibu Tran Nhat Le, yang tinggal di Thanh Xuan, Hanoi, secara rutin memperbarui informasi tentang polusi udara melalui media massa. Namun, selama ini informasi yang tersedia sangat terbatas dan hanya diumumkan ketika polusi udara mencapai tingkat yang parah. Oleh karena itu, Ibu Le sangat gembira mengetahui bahwa Hanoi sedang menguji sistem prakiraan kualitas udara dini:

"Saat ini, kaum muda mungkin  belum terlalu peduli, tetapi nanti, ketika menjadi seorang ibu, aplikasi ini akan sangat cocok untuk anak-anak. Aplikasi ini dapat mengukur kualitas udara di daerah tempat saya tinggal, kelembapan, suhu, atau bahkan memberikan prakiraan dan saran untuk meningkatkan kualitas udara."

Tidak hanya Ibu Le, anyak warga Hanoi telah mulai lebih memperhatikan informasi kualitas udara dan menunggu keefektifan aplikasi baru ini: 

"Jika aplikasinya bermanfaat, saya pasti akan menginstalnya. Saya berharap jika ada aplikasi, aplikasi tersebut dapat membantu kita, sehingga kita dapat mengetahui kualitas udara saat kita keluar rumah agar kita dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik. Aplikasi ini harus diperbarui setiap jam." 

 “Akan lebih bagus jika aplikasi ini bisa diintegrasikan ke dalam aplikasi lainnya, misalnya, Zalo. Kami sering menggunakan Zalo untuk pekerjaan, jadi jika diintegrasikan ke dalam notifikasi harian untuk kami, itu akan lebih menguntungkan."

Le Thanh Thuy, Wakil Kepala Departemen Pengelolaan Lingkungan, Dinas Pertanian dan Lingkungan Hanoi, mengatakan bahwa sejak Juli 2024, Dinas Sumber Daya Alam dan Lingkungan (sekarang Dinas Pertanian dan Lingkungan) telah berkolaborasi dengan Universitas Teknologi dan Pusat Nasional untuk Prakiraan Meteorologi dan Hidrologi untuk meneliti alat yang sesuai dengan kondisi Hanoi. Setelah sekitar satu setengah tahun uji coba dan membandingkan dengan sistem pemantauan kota, model HanoiAir telah menunjukkan kompatibilitas dan akurasi yang relatif tinggi.

HanoiAir mendukung pengendalian periode polusi (Foto: Gemini AI)

Sistem yang dikembangkan oleh Global Environment Intelligence Research Group (GEOI), menerapkan kecerdasan buatan (AI) dan mengintegrasikan data masukan dari Global Weather Model (GFS) bersama dengan lapisan data tentang populasi, penggunaan lahan, emisi, dan data PM2.5 resmi dari badan pengelola operasional. Le Thanh Thuy menyatakan:

 “Model HanoiAir mampu meramalkan kualitas udara berdasarkan debu halus PM2.5 selama 9 hari berturut-turut, dan beberapa provinsi dan kota tetangga juga menunjukkan kemampuan peramalan yang baik terkait fluktuasi PM2.5. Kami berharap dalam waktu dekat, aplikasi ini akan menjadi alat, sistem resmi Kota Hanoi, ehingga dapat membantu masyarakat mengakses informasi dan merespons polusi udara secara proaktif”

Ketika sistem ini dioperasikan, HanoiAir tidak hanya akan mendukung pengendalian periode polusi jangka pendek, tetapi juga berfungsi sebagai dasar bagi Hanoi untuk menerapkan model manajemen canggih, seperti: menetapkan zona emisi rendah, mengatur lalu lintas sesuai dengan tingkat polusi, dan menjadikan kualitas udara sebagai indikator penting dalam manajemen kota cerdas.

TAG
VOV/VOVworld/Kota Hanoi/Prakiraan Kualitas Udara/Hanoiair

Yang lain