Pada masa sugeng, dalam dua kali pulang kembali ke Desa Sen, Presiden Ho Chi Minh sangat terharu ketika pulang kembali ke tempat hidup Beliau dan keluarga dari tahun 1901 sampai tahun 1906. Sudah 64 tahun, setelah kali terakhir Presiden Ho Chi Ming pulang mengunjungi kampung halaman, Desa Sen sekarang telah menjadi kampung halaman yang bersama untuk banyak warga Vietnam.
Bertepatan dengan peringatan HUT ke-135 lahirnya Presiden Ho Chi Minh, Kementerian Keamanan Publik Rakyat berkoordinasi dengan Provinsi Nghe An meresmikan Patung “Paman Ho pulang mengunjungi kampung halaman” (Foto: Sy Duc/VOV) |
Pada tahun 2025 ini, bertepatan dengan peringatan HUT ke-135 lahirnya Presiden Ho Chi Minh, Kementerian Keamanan Publik Rakyat berkoordinasi dengan Provinsi Nghe An meresmikan Patung “Paman Ho pulang mengunjungi kampung halaman”. Patung ini diletakkan di stadion Desa Sen – tempat di mana Presiden Ho Chi Minh telah melakukan ceramah dengan warga dalam kunjungannya di kampung halaman. Sekretaris Komite Partai Provinsi Nghe An, Nguyen Duc Trung memberitahukan bahwa patung tersebut merupakan bangunan budaya, tempat persinggahan untuk wisatawan agar bisa menyimpan kenangan yang baik ketika datang ke kampung halaman Presiden Ho Chi Minh.
“Keberadaan patung tersebut membuat semua orang selalu melihat Paman Ho setiap hari. Mengingat setiap orang selalu tercatat dan berupaya lebih lanjut untuk membangun kampung halaman dan tanah air yang semakin sejahtera dan perkasa, dengan teguh memasuki era baru, era akan hasrat perkasa, melakukan integrasi secara komprehensif dan inovasi yang intensif dan ekstensif dari tanah air”.
Bagi setiap orang atau pengunjung dari seluruh tanah air, khususnya, warga Desa Sen, patung tersebut memberikan emosi yang akrab, hangat dan rasa cinta kepada mereka. “Pada setiap peringatan hari ulang tahun Paman Ho, di sana penuh dengan rombongan-rombongan wisatawan. Tahun ini lebih khusus karena diresmikan Patung “Paman Ho pulang mengunjungi kampung halaman”. Kami merasa sangat hormat dan bangga, rasanya seperti Paman Ho lebih dekat dengan kampung halaman Semua orang juga merasa gembira”.
Datang ke Desa Sen berarti datang ke asal-usul dan memori. Tempat ini tidak hanya merupakan kampung halaman Presiden Ho Chi Minh saja, tapi juga merupakan tempat yang mengumpulkan rasa warga kepada Beliau, seperti pikiran Bapak Ha Van Vinh – Wakil Direktur Situs Peninggalan Nasional Istimewa Kim Lien:
“Ketika datang ke sana, setiap warga bisa merasakan bahwa tempat ini sebagai kampung halamannya sendiri dan datang dengan Paman Ho dengan kehormatan, sangat berbeda dengan destinasi-destinasi yang lain. Bagi warga di sana, mereka menganggap tanggung jawab membela Paman Ho, membela situs peninggalan ini sebagai membela rumahnya, itu merupakan keindahan yang perlu dikembangkan. Saya menyatakan bahwa rasa warga kepada Paman Ho itu merupakan kebahagiaan dari tanah air”.
Dinding bunga sepatu di jalan masuk ke rumah Beliau (Foto: Sy Duc/VOV) |
Sejak kapan pun Desa Sen telah menjadi tempat bertemuan dari banyak orang Vietnam. Meskipun jaraknya jauh tapi setiap warga berharap bisa datang ke Desa Sen, khususnya pada hari-hari di bulan Mei ini, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Beliau. Pada hari-hari bulan Mei ini, Desa Sen sedang menyambut kedatangan warga di seluruh negeri. Di bawah atap rumah pondok yang sederhana, dengan dinding bunga sepatu, setiap orang juga memiliki rasa bangga dan terharu yang diselingi dengan rasa hormat kepada pemimpin jenial dari rakyat Vietnam.








