logo

Demi Ruang Siber yang Aman dan Berkelanjutan

2025/10/16 | 10:37:00
(VOVWORLD) - Di Vietnam, usaha membangun dan menyempurnakan koridor hukum baru untuk mengelola, mengatur, dan melindungi ruang siber menjadi kebutuhan mendesak, yang bertujuan mewujudkan lingkungan digital yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Dalam konteks globalisasi dan transformasi digital, Vietnam tidak henti-hentinya memperluas kerja sama internasional, berkontribusi pada penyusunan kode aturan internasional tentang ruang siber, yang didasarkan pada prinsip-prinsip menghormati kedaulatan dan non-intervensi dalam urusan dalam negeri.

Vietnam – mitra yang proaktif dan tepercaya dalam kerja sama keamanan siber internasional

Menyadari dengan jelas pentingnya keamanan siber bagi pembangunan nasional, Vietnam telah memberlakukan Undang-Undang mengenai Keamanan Siber (2018), Strategi Keamanan Siber Nasional hingga 2025, Visi sampai tahun 2030, dan berbagai program aksi konkret.

Di tingkat internasional, Vietnam dengan aktif, proaktif, dan bertanggung jawab dalam berbagai inisiatif dan mekanisme kerja sama di bidang keamanan siber. Vietnam saat ini merupakan anggota aktif berbagai organisasi dan forum internasional di bidang keamanan siber, seperti ASEAN, APEC, International Telecommunication Union (ITU), dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Bersamaan dengan itu, Vietnam telah menandatangani dan melaksanakan serangkaian perjanjian bilateral dengan para mitra strategis, seperti Jepang, Republik Korea, Singapura, Federasi Rusia, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Perjanjian-perjanjian ini bertujuan membagikan informasi, mendidik sumber daya manusia, penelitian teknologi keamanan, dan berkoordinasi respons atas insiden siber.

Vietnam telah mendirikan Pusat Pemantauan Keamanan Siber Nasional, yang menghubungkan, berbagi data, dan menyediakan peringatan dini dengan berbagai organisasi internasional. Vietnam juga telah menyelenggarakan berbagai Latihan keamanan siber regional ASEAN, yang berkontribusi pada peningkatan kapasitas pertahanan siber bagi negara-negara di kawasan tersebut.

Aktif membangun koridor hukum internasional

Tidak hanya berhenti pada berbagi teknik atau koordinasi respons, Vietnam juga aktif membangun koridor hukum internasional, dengan prinsip-prinsip yang konsisten: menghormati kedaulatan, tidak mengintervensi urusan internal, menggunakan ruang siber untuk tujuan damai, dan pembangunan berkelanjutan. Hal ini juga merupakan sudut pandang yang konsisten dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional. Dengan sikap konsisten dalam menangulangi kejahatan siber, Vietnam merupakan salah satu negara yang berpartisipasi paling aktif dan penuh dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membangun konvensi internasional melawan kejahatan siber. Resolusi Majelis Umum PBB Desember 2024 secara resmi memilih Hanoi sebagai tempat pembukaan penandatanganan konvensi pada akhir bulan ini. Letnan Kolonel Trieu Manh Tung, Wakil Direktur Departemen Keamanan Siber dan Pencegahan Kejahatan Berteknologi Tinggi, menegaskan:

"Ini adalah pertama kalinya nama Hanoi disebutkan dalam dokumen hukum global Perserikatan Bangsa-Bangsa, Konvensi Internasional yang bersifat legal. Hal ini menjadi salah satu perhatian utama bagi berbagai negara.”

Di era transformasi digital global, suara dan tindakan Vietnam di bidang keamanan siber tidak hanya menegaskan posisi negara yang bertanggung jawab, tetapi juga menyebarkan pesan kuat tentang kerja sama, kepercayaan, dan pembangunan bersama demi masa depan digital yang damai dan sejahtera. Pesan dari Presiden Vietnam Luong Cuong menjelang acara ini menekankan:

Vietnam menyadari sepenuhnya bahwa, karena sifat ruang siber yang tanpa batas, untuk menangulangi kejahatan di ruang siber secara efektif, diperlukan solidaritas, kerja sama antarnegara, dan penghormatan terhadap supremasi hukum. Kami berharap supaya event ini bukan sekadar prosedur hukum, tetapi juga platform untuk mempromosikan dialog, berbagi pengalaman, memperkuat kemitraan antarpemerintah, organisasi internasional, dan sektor swasta, serta menjadi forum untuk mendorong implementasi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kerja sama global dalam menangulangi kejahatan dunia maya”

Dengan partisipasi dan komitmen dari sekitar 200 negara, Upacara Pembukaan penandatanganan Konvensi di Hanoi akan menjadi tonggak bersejarah, yang menegaskan nilai multilateralisme dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai pusatnya. Acara ini juga mengirimkan pesan kuat tentang tekad Vietnam dalam memberantas kejahatan dunia maya dan membangun dunia yang damai.

TAG
VOV/VOVworld/Presiden Luong Cuong/Ruang Siber yang Aman dan Kerkelanjutan/Pusat Pemantauan Keamanan Siber Nasional

Yang lain