
Pada Hari Raya Tet tahun ini, di samping merekonstruksi ruang Hari Raya Tet zaman dulu, Dubes Pham Sanh Chau, anggota nomor ke-7000 dari kelompok Balai Desa Vietnam memberikan saranan kepada kelompok tentang isi memuliakan dan menyosialisasikan busana tradisional Ao Dai kuno pada umumnya dan busana Ao Dai dari kaum lelaki pada khususnya. Bisana Ao Dai untuk lelaki lahir sebelum Ao Dai untuk perempuan dan pernah menjadi busana tradisional dari kaum lelaki Vietnam. Sebagai seorang diplomat, Dubes Pham Sanh Chau telah punya “Masa kerja” lebih dari 10 tahun mengenakan Ao Dai dalam semua pertemuan diplomatik.
Dubes Pham Sanh Chau “Marilah kita memuliakan busana Ao Dai tradisional untuk kaum lelaki pada kesempatan Hari Raya Tet ini.”

Saya memakai Ao Dai agar dunia mengidentifikasi secara lebih jelas orang Vietnam, identitas Vietnam bahwa Vietnam siap melakukan integrasi tetapi tidak larut.

"Saya sangat mengagumi gagasan para pendiri kelompok Balai Desa Viet. Sungguh menarik ketika menilai bahwa di Vietnam ada banyak orang yang antusias dengan tradisi kebudayaan bangsa Vietnam dan bersedia menjaga, memuliakan, menyosialisasikan situs-situs peninggalan sejarah tersebut. Hal itu memanifestasikan kekuatan rakyat adalah sangat besar, khususnya kekuatan komunitas.” kata-kata Dubes Pham Sanh Chau
|
|
Mejelang Hari Raya Tahun Baru Tradisional Imlek (atau Hari Raya Tet), Dubes Pham Sanh Chau memberikan waktu untuk bersama dengan warga desa So dan anggota-anggota kelompok Balai Desa Viet mengadakan upacara membakar hio dan bersama-sama membahas persiapan untuk peristiwa Hari Raya Tet Vietnam |
|
|
Dubes Pham Sanh Chau datang ke desa So untuk bersama dengan warga dan anggota kelompok Balai Desa Vietnam membahas penyelenggaraan Hari Raya Tet Vietnam. |
|
|
Cuaca dingin dengan hujan musim semi membuat pemandangan alam di Balai Desa So menjadi semakin eksotis |
|
|
Dubes dengan anggota kelompok Balai desan Vietnam masuk de balai desa untuk melaksanakan upacara membakar hio |
|
|
Para anggota kelompok Balai Desa Viet selalu menghargai dan terharu terhadap partisipasi dari anggota ke-7000 |
|
|
Dengan tindakan keloporan dan kegandrungannya dalam memuliakan busana Ao Dai tradisional Vietnam, banyak orang menyebut Dubes Pham Sanh Chau sebagai Dubes Ao Dai. |
|
| Anggota-anggota Balai Desa Viet juga mengenakan busana Ao Dai yang sederhana menurut cara tradisional sehingga membuat semua orang terkesan seperti kembali ke zaman dulu. |








