logo

Idul Fitri- Hari Raya Besar Umat Muslim di Indonesia dan Vietnam

2026/3/21 | 08:18:48
(VOVWORLD) - Setelah menjalani bulan Ramadhan dengan ibadah sholat dan berpuasa, umat Muslim di seluruh dunia dengan penuh sukacita menyambut hari raya terbesar dalam setahun: Idul Fitri. Ini bukan hanya momen untuk merayakan, tetapi juga memiliki makna yang mendalam tentang rasa syukur, berbagi, dan semangat persatuan dalam komunitas. Karena ditentukan berdasarkan kalender Islam (kalender lunar), hari raya Idul fitri tidak tetap, tetapi berubah setiap tahun dan juga tidak berlangsung pada waktu yang sama di setiap negara.

Di Indonesia – negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia – hari raya ini dikenal sebagai Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Tidak hanya memiliki makna keagamaan, tetapi juga mengandung banyak nilai budaya tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Setelah melakukan pemantauan hilal dengan teleskop, Kementerian Agama Indonesia telah mengumumkan bahwa Idul Fitri tahun ini jatuh pada tanggal 21 Maret.

Warga melaksanakan salat di luar masjid karena bagian dalam tidak cukup menampung jemaah dalam Perayaan Idul Fitri. 

Saat fajar menyingsing pada hari pertama Idul Fitri, di masjid-masjid dan kawasan permukiman di seluruh Indonesia, jutaan umat Muslim bersama-sama melakukan sholat Ied dengan khidmat. Suasana yang sakral berpadu dengan sukacita menyelimuti setiap tempat. Inilah momen dimulainya perayaan yang penuh dengan kebersamaan, kasih sayang, dan saling memaafkan.

Namun, untuk dapat menikmati momen kebersamaan tersebut, sejak seminggu sebelumnya banyak orang Indonesia telah memulai perjalanan pulang ke kampung halaman, sebuah tradisi yang disebut “mudik”.

Bus-bus siap berangkat membawa warga pulang ke kampung halaman. (Foto:Do Quyen/VNA)

"Bagi masyarakat Indonesia, tradisi mudik sangat penting. Ini adalah momen bagi kami untuk pulang ke kampung halaman setelah setahun bekerja jauh dari keluarga. Setibanya di rumah, seluruh anggota keluarga berkumpul, berdoa, makan bersama, dan menghabiskan waktu bersama. Idul Fitri mirip dengan Tết  di Vietnam karena keduanya merupakan perayaan besar yang menjadi momen berkumpul bersama keluarga".

Setiawan Minarjo – seorang warga Indonesia yang sedang tinggal dan bekerja di Kota Hanoi, Vietnam – mengatakan bahwa ia telah menyiapkan beberapa oleh-oleh untuk orang tuanya, serta beberapa kudapan untuk para keponakannya… sebelum pulang ke kampung halamannya di Yogyakarta, Indonesia, untuk merayakan Idul Fitri. Ia sangat menantikan momen berkumpul bersama seluruh keluarganya dan mempersiapkan perayaan Idul Fitri.

Di dapur yang nyaman, keluarga Setiawan bersama-sama membuat ketupat, hidangan tradisional yang tidak tergantikan dalam hari raya penting ini. Ketupat terbuat dari beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda berbentuk belah ketupat. Setelah dimasak, ketupat memiliki tekstur kenyal dan aroma yang harum, biasanya disajikan bersama hidangan seperti opor ayam atau rendang. Tidak hanya sebagai makanan, ketupat juga memiliki makna simbolis sebagai lambang kesucian dan rasa syukur setelah menjalani bulan puasa. Ibu Irma Gustini, seorang warga Indonesia, berbagi:

"Hidangan khas pada Hari Raya Lebaran adalah ketupat. Ketupat Lebaran ini punya makna yang dalam. Ketupat Lebaran bermakna simbolis sebagai "ngaku lepat" artinya mengakui kesalahan. Ketupat juga melambangkan kebersamaan, kesederhanaan, dan kemakmuran. Bentuknya yang segi empat juga diartikan sebagai simbol kesucian dan kejujuran. Plus, proses pembuatannya yang teliti dan sabar juga menggambarkan kesabaran dan ketelitian dalam menjalani hidup".

Ketupat, hidangan khas Lebaran (Foto: Do Quyen/VNA) 

Pada hari pertama Idul Fitri, setelah sholat Ied, masyarakat biasanya saling berjabat tangan, berpelukan, dan mengucapkan ungkapan tradisional “Mohon maaf lahir dan batin”. Anak-anak dengan penuh antusias menerima angpao yang berisi uang dari orang dewasa sebagai simbol doa keberuntungan.

Selain itu, banyak keluarga yang tetap mempertahankan tradisi berziarah ke makam leluhur dan anggota keluarga yang telah meninggal. Mereka bersama-sama membersihkan makam, meletakkan bunga, dan berdoa. Ini merupakan cara untuk mengungkapkan rasa syukur, mengenang mereka yang telah berpulang, sekaligus mengingatkan generasi muda akan tradisi keluarga.

Tidak hanya di Indonesia, nilai-nilai budaya Idul Fitri juga tetap dijaga dalam komunitas Muslim di Vietnam. Meskipun jumlah umat Muslim di Vietnam tidak besar, hanya sekitar lebih dari 70.000 orang (menurut data statistik dari Badan Agama Pemerintah), kehidupan keagamaan mereka tetap berlangsung dinamis di beberapa daerah seperti Kota Ho Chi Minh, An Giang, dan Khanh Hoa. U Mo, seorang penganut Muslim di Provinsi An Giang, berbagi:

“Hari raya idul fitri bagi umat Muslim di Vietnam memiliki banyak kesamaan dengan perayaan Tahun Baru Imlek di Vietnam. Masyarakat saling mengunjungi kerabat, dan anak-anak menerima angpao berisi uang. Namun, dalam jamuan tidak ada minuman alkohol. Pada malam hari, setiap rumah biasanya menyalakan lilin di depan rumah, sementara anak-anak membawa lentera dan berjalan berkeliling lingkungan… Setiap keluarga menyiapkan berbagai hidangan untuk hari raya, serta mengenakan pakaian indah saat pergi ke masjid dan menyambut kedatangan tamu. Suasananya sangat meriah dan penuh kegembiraan.”

Pada Hari Raya Idul Fitri, komunitas Cham di An Giang mengenakan pakaian tradisional dan mendatangi masjid untuk melaksanakan ibadah. (Foto: Phuong Yen / baotintuc.vn)

Makanan yang disiapkan oleh warga biasanya berupa hidangan lokal dengan rasa yang familiar dan khas daerah setempat, untuk dijadikan hidangan bagi kerabat dan tetangga, mulai dari makanan manis seperti kue ketan “Tét” berisikacang, kue “Tét” dengan isian pisang, hingga hidangan gurih seperti kari daging sapi, kari ayam, dan sebagainya. Di setiap lingkungan desa, orang-orang berkumpul di mushola kecil untuk berdoa bersama dan ikut serta dalam jamuan bersama dengan semangat persatuan.

Kedutaan besar negara-negara Arab dan Islam di Vietnam juga merayakan Idul fitri, memperkenalkan budaya dan kuliner khas mereka kepada masyarakat Vietnam. Dalam acara ini, komunitas Muslim bersama-sama mengikuti berbagai ritual tradisional Fitri, saling berinteraksi, bertemu, dan menikmati hidangan khas dari masing-masing negara.

Di manapun di dunia, semangat Hari Raya Idul Fitri selalu utuh, yaitu kebersamaan, rasa syukur, dan saling memaafkan. Mudik, ketupat, maupun ucapan doa dan harapan… semuanya turut menciptakan keindahan khas yang tak bisa kurang bagi setiap umat Muslim dalam perayaan suci ini.

TAG
VOV/VOVworld/umat Muslim/Hari Raya Idul Fitri/ketupat

Yang lain