Para mahasiswa menggunakan teknologi untuk membantu petani mencapai produktivitas yang lebih tinggi (Foto: NVCC) |
Siswa Ho Thanh Huy mengatakan bahwa melalui survei, kebun-kebun saat ini sedang memperkenalkan produk dengan asal usulnya tanpa jaminan dan ramah terhadap kaum tani. Oleh karena itu, tim telah merancang produk dengan pengoperasian yang sederhana, dekat, mudah digunakan untuk membantu kaum tani meningkatkan nilai produk pertanian, menghindari situasi mencapai panenan, tapi harganya menurun. Thanh Huy, berkata:
“Kelompok saya berasal dari keluarga petani, lahir dan besar di Daerah Dataran Rendah Sungai Mekong. Meskipun kami tidak melakukan usaha pertanian, tetapi kami memahami kesulitan yang dihadapi kaum tani. Yang mendampingi saya, ada mahasiswa pertanian yang siap mendukung kami meluncurkan produk untuk membantu kaum tani. Oleh karena itu, kami mencari peluang di daerah kami.”
Berdasarkan teknologi baru IoT (Internet untuk Segala) dengan beragam pilihan dan catatan penanaman, ECO-HOUSE membantu kaum tani mengurangi penyiraman dan juga menyediakan nutrisi untuk tanaman. Setiap sistem mesin ECO-HOUSE akan memiliki harga yang sesuai dengan keuangan dan kebutuhan berbagai kebun. Siswa Le Hoang Minh Chau, anggota tim mengatakan bahwa proyek berarah ke petani dan koperasi. Saat ini, proyek tersebut telah diuji dengan beberapa tanaman seperti durian, apel, dan jeruk bali, di provinsi-provinsi Tien Giang, Ben Tre, dan kebun anggrek di Vung Tau.
“Saat ini kaum tani merasa cemas menggunakannya, pola pikir menggunakannya sudah ada, namun perubahan total dari yang lama ke yang baru, mereka sangat takut. Dengan demikian, kami mengeluarkan solusi berdasarkan pada yang lama untuk mengembangkannya lebih lanjut, jadi bukan menghapus semua yang lama.”
Dengan proyek ini, tim ingin mengembangkan dan memperoleh pendapatan banyak sumber, tidak hanya dari mesin ECO-HOUSE tetapi lebih jauh lagi dari konsultan perancangan, memberikan solusi pemanenan hasil pertanian dan pembuatan produk biologi untuk melayani pertanian. Selain itu, melalui penggunaan mesin ECO-HOUSE, pengguna produk pertanian mengetahui proses penanaman, tempat produk ditanam, dan bagaimana kandungan tanah, apakah ada residu kimia di dalam tanah, dan sebagainya, sehingga membantu meningkatkan nilai produk pertanian Vietnam.
Sementara itu, mahasiswi Tran Thi Tram, salah satu anggota proyek, menginginkan produk ECO-HOUSE tidak hanya digunakan di dalam negeri, tetapi juga diekspor ke pasar luar negeri.
“Selain kami bisa menjamin sebagian ouput untuk kaum tani dalam menjual produk pertanian bersih, meningkatkan nilai produk, kami juga berupaya keras untuk mengembangkan ECO-HOUSE dengan lebih banyak fitur, agar ECO-HOUSE mencapai standar internasional. Dari sana, produk ECO-HOUSE bisa diekspor ke banyak negara.”
Kelompok mahasiswa menerima penghargaan di Festival Startup Nasional (Foto: NCVV) |
Menurut Doktor Nguyen Quoc Cuong, Wakil Dekan Fakultas Perdagangan dan Pariwisata, Universitas Industri Kota Ho Chi Minh, saat ini Vietnam sedang mempromosikan pengembangan ekosistem platform pertanian digital. Oleh karena itu, proyek seperti ECO- HOUSE akan membantu pertanian menciptakan nilai-nilai baru, mengurangi biaya, dan mengurangi dampak terhadap lingkungan, meningkatkan kualitas produk pertanian, meningkatkan keuntungan, dan meningkatkan kepuasan konsumen. Meskipun ECO-HOUSE hanyalah permulaan, namun telah membantu kaum tani dalam bercocok tanam dengan lebih baik di daerah mereka dan melindungi lingkungan, dan mengurangi penyalahgunaan pupuk dan pestisida.
“Di pihak fakultas, kami akan memberikan konsultasi profesional, kami akan berusaha sekuat tenaga agar tim tersebut terus mengembangkan proyek yang lebih sempurna, menjadi model badan usaha yang menggelar dan mengkomersialkan hasil penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi (badan usaha spin off) membawa nilai nyata bagi masyarakat. Terutama masyarakat dengan pengembangan pertanian dengan teknologi tinggi.”
Perbedaan dari proyek ECO-HOUSE dibandingkan dengan banyak proyek lainnya adalah para mahasiswa telah mendekati kenyataan untuk menguji model pada setiap sampel tanah, mencari tahu akan kebutuhan dan kebiasaan bercocok tanam kaum tani. Dengan sambutan, dukungan, dan bantuan dari sekolah, dan kaum tani, proyek ECO-HOUSE telah menyambungkan sayap terhadap lebih banyak topik pertanian ramah lingkungan di masa depan, untuk bersama-sama berkontribusi terhadap pembangunan pertanian, khususnya pengembangan ekosistem platform pertanian digital tanah air./.








