logo

Empat Tahun Konflik Rusia-Ukraina: Jalan terjal Menuju Perdamaian

2026/2/24 | 09:36:22
(VOVWORLD) - Tanggal 24 Februari tahun 2026 menandai genap empat tahun merebaknya konflik Rusia-Ukraina, konflik militer terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Empat tahun telah berlalu, namun harapan untuk solusi damai yang langgeng tetap penuh dengan tantangan.

Konflik Rusia-Ukraina merebak pada 24 Februari 2022, ketika Rusia melancarkan operasi militer khusus terhadap Ukraina. Hal ini dipicu oleh periode panjang perselisihan serius antara kedua pihak mengenai berbagai isu keamanan strategis dan geopolitik.

Kerugian yang Meningkat

Setelah empat tahun pertempuran dengan intensitas tinggi, konflik Rusia-Ukraina telah menyebabkan konsekuensi serius, yang mengubah lanskap sosial-ekonomi kedua negara khususnya, serta hubungan internasional pada umumnya secara mendalam.

Para serdadu Ukraina di Zaporizhzhia (Foto: Reuters)

Kerugian terbesar bagi Rusia dan Ukraina adalah jatuhnya korban jiwa. Meskipun angka pasti korban jiwa serdadu belum dirilis oleh Rusia atau Ukraina, studi independen oleh banyak lembaga penelitian di seluruh dunia memperkirakan bahwa jutaan serdadu Rusia dan Ukraina telah tewas atau terluka. Jumlah warga sipil yang tewas dalam konflik juga mencapai puluhan ribu. Khusus untuk Ukraina, korban jiwa akibat konflik dan pengungsian jutaan orang ke negara lain beresiko menghambat pemulihan populasi. Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa populasi Ukraina dapat turun di bawah 30 juta pada tahun 2050, penurunan tajam dari lebih dari 40 juta pada saat konflik dimulai. Selain itu, ada banyak konsekuensi sosial lainnya. Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Christian Lindmeier, menyatakan:

Sejak Februari 2022, jumlah penyandang disabilitas di Ukraina telah meningkat hampir 400.000 jiwa akibat konflik. Masalahnya bukan hanya jumlahnya, tetapi juga kurangnya dukungan, ketidakmampuan untuk bergerak bebas, kurangnya sumber daya yang diperlukan untuk mendukung penyandang disabilitas… Oleh karena itu, di balik angka-angka tersebut terdapat cerita yang jauh lebih besar.”

Konflik yang berkepanjangan juga telah merusak perekonomian kedua negara secara parah. Di Ukraina, infrastruktur, khususnya infrastruktur energi dan transportasi, telah rusak parah. Angka terbaru yang dirilis oleh Bank Dunia pada 23 Februari menunjukkan bahwa biaya pembangunan kembali Ukraina akan mencapai 588 miliar USD selama dekade berikutnya. Bagi Rusia, konflik dengan Ukraina membuat negara ini menghadapi sanksi berat dari negara-negara Barat, dan meskipun ekonomi Rusia tetap stabil selama empat tahun terakhir, tekanan dari sanksi ini semakin meningkat. Dalam jangka panjang, sanksi ini menciptakan hambatan besar bagi pertumbuhan stabil Rusia dan menimbulkan risiko signifikan terhadap ketidakseimbangan ekonomi.

Pertanyaan tentang waktu

Saat konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II menandai empat tahun, pertanyaan yang ingin dijawab semua orang adalah: kapan konflik Rusia-Ukraina akan berakhir? Pembicaraan trilateral baru-baru ini antara AS, Rusia, dan Ukraina di Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) dan Jenewa (Swiss) menawarkan beberapa harapan, karena ini menandai pertama kalinya mekanisme negosiasi trilateral dan bilateral (Rusia-AS, Rusia-Ukraina) dilakukan secara bersamaan, dan para pihak juga membentuk tim negosiasi khusus untuk masalah politik, keamanan, dan militer. Namun, kegagalan untuk mencapai terobosan apa pun setelah tiga putaran pembicaraan menunjukkan bahwa jalan untuk mengakhiri konflik dan pembangunan perdamaian abadi tetap sangat sulit. Samir Puri, seorang analis politik dan ahli studi perang di King's College London, Inggris, menyatakan:

Mengenai kesenjangan posisi negosiasi antara kedua pihak, jika kita percaya apa yang dikatakan AS, kesenjangan ini semakin dipersempit dan hanya beberapa isu sulit yang tersisa harus diselesaikan, termasuk kemungkinan status teritorial wilayah Donbass. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah membuat banyak pernyataan di media sosial yang jelas menunjukkan bahwa masih ada banyak perbedaan antara tim negosiasi Ukraina dan tim negosiasi Rusia.”

Negosiasi trilateral antara AS, Rusia dan Ukraina di UEA pada 23 Januari 2026 (Foto:  Hamad Al Kaabi/UAE Presidential Court/Handout via REUTERS)

Pandangan ini juga dianut oleh banyak ahli dari pihak Ukraina. Menurut Ruslan Bortnik, Direktur Institut Politik Ukraina, negosiasi saat ini masih dalam tahap eksplorasi, dan apakah Rusia dan Ukraina dapat langsung mencapai kesepakatan masih menjadi pertanyaan besar.

Pada saat negosiasi tidak menghasilkan terobosan apa pun, para pengamat percaya bahwa hambatan dalam menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina mungkin terletak pada hal-hal berikut:

bagaimana kekuatan-kekuatan besar dunia, khususnya AS, Rusia, dan Tiongkok, akan membentuk hubungan mereka di masa mendatang. Beberapa analis juga percaya bahwa pemerintahan AS menargetkan konflik Rusia-Ukraina berakhir sebelum Juni tahun ini; oleh karena itu, aktivitas diplomatik global tingkat tinggi di masa mendatang akan sangat penting dalam menentukan apakah pihak-pihak terkait dapat mencapai terobosan.

TAG
VOV/VOVworld/konflik Rusia-Ukraina/isu keamanan strategis/lanskap sosial-ekonomi

Yang lain