Negara-negara tersebut juga mengecam tindakan yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global, serta menyerukan kepada semua pihak terkait untuk menahan diri dan menghentikan aktivitas yang dapat memicu ketidakstabilan.
Meskipun belum mengumumkan rencana implementasi secara rinci, kelompok negara tersebut menyatakan bahwa berbagai opsi dapat mencakup peningkatan kehadiran angkatan laut, pelaksanaan patroli bersama, atau dukungan pengawalan kapal dagang yang melintasi kawasan tersebut.
Menurut para analis, langkah enam negara ini tidak hanya bertujuan melindungi kepentingan ekonomi utama mereka, tetapi juga mencerminkan upaya untuk mendorong koordinasi internasional dalam menahan risiko eskalasi ketegangan di kawasan. Hal ini dianggap sebagai langkah awal menuju kemungkinan terbentuknya mekanisme kerja sama keamanan multilateral yang lebih erat, jika situasi kawasan terus berkembang secara kompleks.








