Rrumah-rumah di Nuuk, Greenland, 14 Februari 2026. Foto: REUTERS/Marko Djurica |
Berbicara di Berlin, Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil menekankan: “Jerman dan Prancis sepakat bahwa pintu dialog tetap terbuka lebar, tetapi kami tidak akan menerima ancaman”. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden AS, Donald Trump, pada akhir pekan lalu, memperingatkan akan secara bertahap menaikkan tarif terhadap barang-barang dari para sekutu Eropa hingga AS diizinkan untuk membeli Greenland, pulau Arktik besar yang berada di bawah kedaulatan Denmark.
Para pemimpin Uni Eropa berencana akan membahas opsi-opsi balasan pada pertemuan puncak darurat di Brussels pada 23 Januari. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah paket tarif senilai 93 miliar euro (107,7 miliar dolar AS) terhadap barang-barang AS, yang dapat secara otomatis berlaku mulai 6 Februari setelah penangguhan selama enam bulan.
Sementara itu, pada Senin (19 Januari), Menteri Keuangan AS, Scott Bessent memperingatkan bahwa Uni Eropa seharusnya tidak mengenakan tarif balasan. Berbicara kepada para wartawan pada hari pembukaan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Menteri Bessent menekankan bahwa "itu akan menjadi langkah yang sangat bodoh".








