Festival yang berlangsung dari 15 hingga 22 Februari (yaitu tgl 28 bulan kedua belas hingga tgl 6 bulan pertama kalender imlek), telah berhasil menjual lebih dari 17.700 judul buku terjual selama 8 hari berlangsungnya festival tersebut.
Para pengunjung di festival buku tersebut (Foto: Balai Penerbitan Muda) |
Salah Satu ciri manusiawi yang terus dipertahankan dan diperbarui pada tahun ini yaitu kegiatan “memberikan angpao buku” awal Musim Semi. Di tiga kawasan pameran festival buku, sekitar 2.000 buku, koran, dan majalah telah dibagikan sebagai simbol “keberuntungan pengetahuan” kepada masyarakat. Para pengunjung dengan mudah menerima buku melalui tiga cara yaitu: memindai kode untuk menerima buku audio, mengambil dari mesin penjual otomatis (ATM) Buku), atau pemberian langsung.








