
Kemenangan yang dicapai dalam usaha yang adil
Menghadapi provokasi yang terang-terangan dari Pemerintahan Khmer Merah yang dibenggoli oleh rezim genosida Pol Poth sepanjang perbatasan antara Vietnam dan Kamboja, menghadapi musibah genosida yang dialami negara tetangga, menyambut seruan: “Selamatkan-lah kami, tidak hanya menyelamatkan puluhan ribu pengungsi saja, melainkan juga harus membantu seluruh bangsa” yang diajukan Front Persatuan Nasional dan Penyelamatan Tanah Air Kamboja, Vietnam telah memutuskan mengirim pasukan tentara untuk membantu negeri tetangga sesaudara, disamping itu bertujuan mencegah tindakan agresi terhadap Vietnam di perbatasan Barat Daya yang dilakukan pasukan Pol Poth.
Setelah membantu rakyat Kamboja menggulingkan rezim genosida Pol Poth menurut permintaan Front Persatuan Nasional dan Penyelamatan Tanah Air dan Pemerintah Revolusioner Sementara Kamboja, dari tahun 1979 sampai tahun 1989, Partai dan Pemerintah Vietnam telah mengirim puluhan ribu kader sebagai pakar untuk membantu Kamboja melaksanakan usaha regenerasi bangsa. Membantu sahabat menanggulangi kelaparan, menanggulangi penyakit, sekaligus mereka membentuk kembali mesin pemerintahan. Profesor muda, Doktor Nguyen Manh Ha, Kepala Institut Sejarah Partai, Akademi Politik dan Administrasi Nasional Ho Chi Minh memberitahukan: “Setelah 4 tahun kekuatan Kamboja Demokrasi yang berkuasa, negeri Kamboja hampir-hampir berada dalam angka kosong di semua bidang. Satu masyarakat mengalami kehancuran berat. Rakyat dibunuhi, ekonomi mengamai kerusakan. Selama 10 tahun membantu rakyat Kamboja, prajurit sukarela Vietnam membantu pemerintah dan tentara Kamboja menstabilkan kehidupan, menentang tindakan sabotase yang dilakukan kekuatan Pol Pot”.
35 tahun menyaksikan usaha regenerasi yang luar biasa di negeri Kamboja dari daerah bumi yang mengalami kematian, peperangan, perpecahan dan kekerasan, menjadi sebuah negeri yang damai, stabil, bersatu demokratis dan berkembang.
Hubungan kerjasama istimewa.
Hubungan persahabatan tradisional yang baik dan kerjasama komprehensif antara dua negara tidak henti-hentinya berkembang dalam waktu 35 tahun ini. Vietnam selalu memberikan bantuan tanpa pamrih kepada Kamboja dari hari permulaan pembebasan Tanah Air sampai periode perkembangan sekarang ini. Bapak Khun Chhy, Mantan Menteri Transportasi dan Perhubungan Pemerintah Kerajaan Kamboja, penasehat Deputi Perdana Menteri Pemerintah Kerajaan Kamboja menegaskan: “Kami tidak pernah lupa akan jasa-jasa besar dan bantuan sejati yang diberikan Vietnam. Kami orang Kamboja menyebutkan perasaan itu yalah kekal abadi dan harus bertanggung jawab mewarisinya dari generasi ke generasi. Walaupun negeri kami telah dibebaskan 35 tahun ini, akan tetapi Pemerintah Vietnam tetap masih sangat memperhatikan dan membantu kami sampai masa kini. Kerjasama komprehensif antara dua negara masih tidak henti-hentinya berkembang dan semakin diperluas. Saya percaya bahwa kerjasama ini semakin diperkokoh dan berkembang di semya bidang”.
Vietnam telah membantu Kamboja itu yang paling sulit dan tidak ada negara - yang bisa bertindak seperti itu. Demikianlah kata kata dari dasar lubuk hati yang dalam sati Perdana Menteri Samdech Hunsen sehubungan satu kunjungan di Vietnam. Justru Perdana Menteri Samdech Hunsen telah menekankan: “Tanah Air dan rakyat Kamboja telah mengukir dalam hatinya, sejarah negara Kamboja akan selama- lamanya mengukir kata-kata emas akan jasa besar yang diberikan para pakar, komandan dan prajurit sukarela Vietnam yang telah menyelesaikan dengan sukses tugas internasional yang luhur di Kamboja. Jarang ada negara yang memberikan bantuan sejati seperti Vietnam itu”.
Hal ini menegaskan akan kebenaran bahwa “Meskipun dunia mengalami banyak perubahan, akan tetapi solidaritas antara dua bangsa Vietnam-Kamboja tidak bisa dipisahkan”./.








