Ini akan menjadi gelombang “pelepasan cadangan minyak” terbesar dalam sejarah IEA.
Dalam sebuah pernyataan, Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menegaskan bahwa tantangan di pasar minyak yang sedang dihadapi dunia saat ini memiliki “skala yang belum pernah terjadi sebelumnya”. Oleh karena itu, negara-negara anggota IEA menanggapinya dengan “tindakan kolektif darurat dengan skala yang juga belum pernah terjadi sebelumnya”. Pernyataan resmi ini dikeluarkan setelah rapat darurat antara 32 negara anggota IEA dan Kelompok Tujuh Negara Industri Maju (G7).
Harga minyak melonjak hampir 30% pada 9 Maret, mendekati 120 USD per barel, akibat eskalasi serius konflik di Timur Tengah antara AS dan Israel dengan Iran yang memblokade Selat Hormuz, jalur transit sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Pada hari yang sama (11 Maret), dalam pertemuan daring para pemimpin G7, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan agar tidak melakukan pembatasan terhadap ekspor minyak dan gas. Namun, Presiden Macron menegaskan bahwa G7 tetap memutuskan untuk tidak mencabut sanksi terhadap minyak Rusia.








