logo

Inggris dan Uni Eropa Menggalang Hubungan Baru Pasca Brexit

2025/5/21 | 09:52:18
(VOVWORLD) - Para pemimpin Inggris dan Uni Eropa, pada tgl 19 Mei, telah menandatangani serangkaian kesepakatan tentang pertahanan-keamanan, energi, bahan makanan, menandai terbentuknya kembali kerangka hubungan baru yang lebih erat setelah masa keretakan karena Brexit dan pada latar belakang Eropa menghadapi tantangan-tantangan besar tentang geopolitik. 

Kesepakatan-kesepakatan antara Uni Eropa dan Inggris ditandatangani dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi Inggris-Uni Eropa yang diadakan pada tgl 19 Mei di London, Ibu kota Inggris. Ini juga merupakan sidang besar pertama yang berlangsung di Inggris antara dua pihak sejak referendum tahun 2016 yang mendatangkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, yang juga disebut Brexit.

Halaman baru dalam hubungan Inggris-Uni Eropa

Menurut informasi yang diumumkan para pemimpin Uni Eropa dan Inggris, kedua pihak setuju menandatangani 3 kesepakatan tentang pertahanan-keamanan, perdagangan bahan makanan dan energi. Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer menegaskan, ketiga kesepakatan ini memberikan kepentingan besar kepada Inggris. Di segi ekonomi, kesepakatan-kesepakatan baru akan turut mencegah kemerosotan ekspor Inggris ke Uni Eropa (sebesar 21%) pasca Brexit dan direncanakan memberikan sekitar 12 miliar USD kepada negara ini. Ketika berbicara di depan Parlemen Inggris pada tgl 20 Mei, PM Keir Starmer menekankan, perundingan kesepakatan-kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa berdasarkan tiga kriterium yang jelas, yaitu harus turut mengurangi biaya tagihan bagi para kepala keluarga di Inggris; mendorong lapangan kerja; memperkuat keamanan perbatasan untuk Inggris dan semua kesepakatan yang baru saja ditandatangani dengan Uni Eropa menjamin ketiga kriterium tersebut.

Kontroversi yang paling patut diperhatikan terkait dengan kesepakatan penangkapan ikan selama 12 tahun di mana Inggris akan mengizinkan kapal penangkap ikan Eropa untuk terus beraktivitas di perairan Inggris. Sebagai imbalannya, Uni Eropa akan mengurangi prosedur administrasi bagi kaum petani dan nelayan Inggris saat mengekspor barang ke pasar Uni Eropa. Beberapa partai oposisi di Inggris mencela kesepakatan ini ketika khawatir bahwa kepentingan kaum nelayan Inggris akan terdampak. Namun, menurut kalangan pengamat, ini merupakan konsesi yang signifikan dan diperlukan dari Inggris, bersamaan itu mencerminkan perubahan pandangan dari kalangan pemimpin negara ini setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan pasca Brexit. David Henig, pakar kebijakan perdagangan Inggris di Pusat Ekonomi Politik Internasional Eropa (ECIPE), menilai:

Semua kesepakatan ini sungguh-sungguh bermakna dalam konteks Brexit karena hal ini menunjukkan bahwa Inggris sedang melepaskan ide tentang pembentukan ketentuan-ketentuannya sendiri dan menerima bahwa Uni Eropa, pasar dekat yang menduduki 50% pertukaran perdagangan dengan Inggris, baru merupakan pasar yang harus disesuaikan Inggris dengan ketentutan.

Dari pihak Uni Eropa, tercapainya kesepakatan-kesepakatan penting dengan Inggris juga dianggap sebagai kemenangan besar bagi kelompok ini karena penerimaan banyak ketentuan Uni Eropa oleh Inggris menunjukkan, Uni Eropa juga merupakan pihak yang proaktif dalam hubungan baru dengan Inggris pasca Brexit. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, memberitahukan:

Kami sedang membuka satu halaman baru dalam hubungan yang tak ada duanya antara dua pihak. Ini merupakan kisah tentang para mitra bersejarah dan alami yang telah bahu-membahu di kancah internasional, bersama-sama menghadapi tantangan-tantangan bersama, bersama-sama menjalankan target-target bersama dan berbagi nilai-nilai bersama. Oleh karena itu, kami telah mengusahakan solusi-solusi yang memberikan kepentingan kepada rakyat kedua pihak.

Bersama-sama menghadapi tantangan keamanan

Menurut kalangan pengamat, semua kesepakatan yang baru dicapai antara Inggris dan Uni Eropa tidak membalikkan Brexit dan baik Inggris maupun Uni Eropa mengajukan garis-garis merah dalam hubungan baru. Dari pihak Inggris, PM Keir Starmer menegaskan, Inggris tidak akan kembali ke pasar bersama dan aliansi beacukai Uni Eropa, tidak menerima kebebasan mobilitas antara Inggris dan Uni Eropa, bersamaan itu juga sangat membatasi pelonggaran ketentuan-ketentuan di bidang jasa, khususnya layanan keuangan. Sementara itu, pihak Uni Eropa juga berhati-hati dalam memberikan hak istimewa kepada Inggris tanpa kewajiban keuangan yang sesuai.

Di samping itu, selain kepentingan-kepentingan ekonomi yang jelas bagi kedua pihak, satu aspek yang sangat patut diperhatikan dalam kesepakatan-kesepakatan Inggris-Uni Eropa ialah keamanan-pertahanan, ketika kedua pihak menyetujui satu traktat keamanan-pertahanan yang mengizinkan Inggris mendekati dana pertahanan senilai 141 miliar USD dari Uni Eropa, bersamaan itu memiliki kewajiban untuk memberikan kontribusi keuangan yang sesuai.

Seiring dengan traktat keamanan-pertahanan dengan Uni Eropa, Pemerintah Inggris selama ini juga sedang memperhebat kerja sama keamanan terpisah dengan negara-negara utama di Uni Eropa, seperti menandatangani kesepakatan pengembangan rudal jarak jauh bersama dengan Jerman atau bersama dengan Prancis membimbing upaya membentuk "aliansi sukarela" guna menjaga perdamaian di Ukraina jika pihak-pihak yang terlibat dalam konflik mencapai satu gencatan senjata jangka panjang./.

TAG
VOV/VOVworld/Inggris/Uni Eropa/Menggalang Hubungan Baru Pasca Brexit

Yang lain