Di depan konferensi pers di Teheran, juru bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmaeil Baqaei menolak semua rumor tentang kemungkinan tercapainya satu kesepakatan nuklir sementara dalam perundingan-perundingan tidak langsung selanjutnya antara AS dan Iran.
Pada hari yang sama, Uni Eropa (UE) menghimbau solusi diplomatik menjelang negosiasi-negosiasi. Utusan Khusus UE urusan luar negeri dan keamanan, Kaja Kallas menekankan bahwa kawasan tersebut “tidak memerlukan konflik baru” dan menyatakan ini merupakan saat yang perlu dimanfaatkan untuk mengusahakan solusi diplomatik.
Sementara itu, kanal televisi “LBC’ dari Lebanon, pada hari yang sama memberitakan bahwa Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Beirut telah mengevakuasi puluhan stafnya sebagai langkah pencegahan atas semua perkembangan regional. Pada saat yang sama, kapal induk USS Gerald R.Ford telah berlabuh di pangkalan Dukungan Angkatan Laut AS di Pulau Kreta (Yunani).
Dalam perkembangan terkait, ketika berbicara dalam acara perdebatan di Parlemen Israel pada 23 Februari, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa apabila pemimpin Iran memutuskan pelaksanaan serangan terhadap Israel, itu pasti akan menjadi kesalahan paling serius dalam sejarah Iran.








