Diberitakan dari Badan Sekretariat ASEAN pada hari Senin lalu, asisten pers Kementerian Luar Negeri Jepang, Masaru Sato menegaskan bahwa Jepang tetap akan melaksanakan komitmen membantu program konektivitas ASEAN. Menurut hemat Sato, meskipun Jepang sedang menghadapi kesulitan ekonomi yg besar di dalam negeri, yaitu melakukan pemulihan pasca tsunami dan gempa bumi dan memperbaiki utang publik yang sekarang mencapai 20 persen GDP, tetapi Jepang tetap akan berpartisipasi pada proyek-proyek dalam kerangka program konektivitas ASEAN sebanyak 8 trilun dolar Amerika Serikat.








