(VOVworld) – Di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang ke-29 dan ke-29 serta berbagai KTT yang bersangkutan, Perdana Menteri (PM) Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, Rabu (7/9) menghadiri KTT ke-8 Mekong-Jepang bersama dengan pimpinan negara-negara Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand dan Jepang.

Pada sore harinya, pada pertemuan dengan PM Jepang, Shinzo Abe, PM Nguyen Xuan Phuc menilai tinggi dukungan positif dan efektif yang diberikan oleh Jepang kepada Vietnam dalam usaha mengembangkan sosial-ekonomi, terutama dalam membantu Vietnam memperkuat daya saing, memperbaiki lingkungan investasi dan menghadapi perubahan iklim. Dia meminta kepada Jepang supaya terus memprioritaskan ODA, memperluas investasi dan mendorong perdagangan dengan Vietnam, terus mendukung Vietnam mendekati sumber modal prioritas IDA dari Bank Dunia pasca tahun 2017. Pada pihaknya, PM Jepang, Shinzo Abe menegaskan bahwa pada waktu mendatang, Jepang akan terus membantu perkembangan Vietnam yang berkesinambungan, terus memprioritaskan sumber modal ODA kepada Vietnam, diantaranya akan memberikan modal ODA kepada dua proyek menghadapi perubahan iklim dan mengembangkan infrastruktur zona teknologi tinggi Hoa Lac, memacu dan menciptakan syarat yang kondusif kepada badan usaha Jepang, terutama badan-badan usaha yang menerapkan teknologi tinggi untuk melakukan investasi di Vietnam. Tentang situasi internasional, kedua pemimpin menyatakan kecemasan tentang perkembangan-perkembangan yang rumit di kawasan belakangan ini, menekankan arti penting masalah mempertahankan perdamaian, keamanan dan kerjasama di Laut Timur, menjunjung tinggi supremasi hukum dan memecahkan semua sengketa dengan langkah damai, sesuai dengan hukum internasional.








