logo

Kebebasan Beragama di Vietnam Tercermin Nyata Melalui Angka

2026/3/19 | 08:17:41
(VOVWORLD) -Rencananya pada 21 Maret, Dewan Pemilihan Nasional akan mengumumkan hasil pemilihan anggota Majelis Nasional angkatan XVI dan anggota Dewan Rakyat di berbagai tingkatan untuk masa bakti 2026 - 2031. Dalam pemilihan umum baru-baru ini, tingkat partisipasi pemilih yang mencapai 99,68% menunjukkan gambaran nyata mengenai pelaksanaan hak-hak warga negara
Penganut Buddha pada acara Waisak 2569 tahun 2025 (Foto:  VOV)

Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi lebih dari 27 juta umat dari berbagai agama (mewakili sekitar 27% dari total populasi), yang menunjukkan tingginya kepedulian umat beragama terhadap peristiwa politik penting di Vietnam.

Menurut Buku Putih "Agama dan Kebijakan Agama di Vietnam" (tahun 2023), terdapat 43 organisasi dari 16 agama di Vietnam yang diakui oleh Negara dan telah mendapatkan sertifikat pendaftaran operasional, dengan total lebih dari 27,7 juta penganut. Terdapat lima agama besar dengan jumlah penganut melebihi 1 juta orang: Buddha, Katolik, Buddha Hoa Hao, Protestan, dan Cao Dai.

Menjamin Hak Demokrasi Rakyat

Pada awal Maret tahun ini (2/3/2026), Kementerian Etnis dan Agama telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 494/BDTTG-TGCP yang ditujukan kepada Komite Rakyat di tingkat provinsi dan kota. Surat tersebut menginstruksikan pemerintah daerah memberikan perhatian khusus serta  mengarahkan departemen, badan, dan instansi terkait untuk melaksanakan kampanye sosialisasi pemilu dengan baik di wilayah umat beragama dan etnis minoritas. Selain itu, surat edaran tersebut menekankan terciptanya kondisi yang kondusif agar rakyat dapat sepenuhnya melaksanakan hak demokrasi mereka dalam memilih, mencalonkan, dan memberikan suara untuk anggota Majelis Nasional dan Dewan Rakyat di berbagai tingkatan. K'Lèn, seorang jemaat Katolik di desa K'Long (Lam Dong) mengatakan:

"Setelah selesai mengikuti misa di gereja, sebagian besar warga langsung berpartisipasi dalam pemilihan. Warga telah memahami kebijakan Partai dan Negara, sehingga mereka sangat antusias melaksanakan hak warga negara mereka dengan gembira dan penuh semangat."

Penganut Buddha di Provinsi Tra Vinh menyambut tahun baru dari etnis Khmer (Foto: VOV)

Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang Pemilihan Anggota Majelis Nasional dan Anggota Dewan Rakyat tahun 2015 (yang telah diamandemen dan direvisi pada tahun 2025), terhitung sejak tanggal pemilihan diumumkan, warga negara Republik Sosialis Vietnam, terlepas dari agama apa pun yang dianut atau tidak menganut agama apa pun, yang berusia delapan belas tahun ke atas memiliki hak pilih, dan hak untuk mencalonkan diri  sebagai anggota Majelis Nasional dan Dewan Rakyat jika telah berusia dua puluh satu tahun ke atas.

Pada kenyataannya, dalam daftar calon anggota Majelis angkatan XVI dan anggota Dewan Rakyat di berbagai tingkatan untuk masa bakti 2026 - 2031, terlihat struktur yang beragam dengan kehadiran para pemuka agama dan rohaniwan dari agama Buddha, Katolik, Protestan, hingga Cao Dai dan Hoa Hao... Partisipasi para pemuka agama dalam pencalonan untuk lembaga kekuasaan negara tertinggi ini merupakan bukti nyata adanya kesetaraan hak-hak politik.

 Satu acara ritual dari penganut Cao Dai di Provinsi Tay Ninh (Foto: VOV)

Hak Kebebasan Beragama di Vietnam Tercermin dalam Berbagai Aspek

Partai dan Negara Vietnam selalu menaruh perhatian khusus terhadap keterwakilan berbagai etnis dan agama untuk duduk di Majelis Nasional dan Dewan Rakyat di berbagai tingkatan. Praktik selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa persentase perwakilan dari berbagai etnis dan agama di Majelis Nasional selalu menjadi prioritas. Majelis Nasional angkatan XV (masa bakti 2021 - 2026) terdiri dari 499 anggota terpilih, di mana 89 di antaranya adalah etnis minoritas (mewakili 17,84%), dan 5 orang merupakan pemuka agama.

Di bidang lain, menurut Kementerian Etnis dan Agama, organisasi-organisasi keagamaan saat ini mengelola sekitar 300 taman kanak-kanak, 2.000 fasilitas pendidikan anak usia dini, 12 fasilitas pelatihan kejuruan milik organisasi keagamaan; kelas-kelas amal; lebih dari 500 fasilitas kesehatan dan klinik amal, serta 125 fasilitas bantuan sosial...

Perayaan Natal di Kota Hanoi (Foto: VOV)

Buku Putih "Agama dan Kebijakan Agama di Vietnam" (tahun 2023) melaporkan bahwa jumlah penganut agama meningkat dari 17,4 juta pada tahun 2003 menjadi 27,7 juta pada tahun 2023. Organisasi keagamaan yang diakui bertambah dari 16 menjadi 43,  sementara tempat ibadah meningkat dari 20.900 menjadi 29.890.

Sementara itu, menurut Direktorat Kebudayaan Akar Rumput (Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata), setiap tahunnya terdapat 544 festival keagamaan yang diselenggarakan di Vietnam. Meski penyelenggaraan festival keagamaan pada dasarnya merupakan urusan internal masing-masing agama, banyak festival yang telah menyebar luas di masyarakat berkat kebijakan kebebasan beragama dari Partai dan Negara Vietnam....

Di Vietnam, umat beragama merupakan bagian integral dari persatuan nasional. Menjamin kebebasan beragama bukan sekadar penegakan hukum, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap keberagaman dalam kesatuan. Hal ini menciptakan ruang bagi setiap warga negara, baik yang beragama maupun tidak, untuk merasa bahwa diri mereka adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan bangsa./.

TAG
VOV/VOVworld/agama/Vietnam/penganut

Yang lain