logo

Konflik di Timur Tengah: Banyak Negara Imbau Penghentian Konflik

2026/3/9 | 10:50:15
(VOVWORLD) - Meningkatnya konflik di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan komunitas internasional, dan banyak negara terus menyuarakan pandangan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri guna menghindari konflik semakin meluas di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menganggap bahwa sekarang merupakan saat yang tepat untuk mengimplementasikan usulan Presiden Rusia, Vladimir Putin mengenai penyelenggaraan pertemuan puncak lima negara Anggota Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menganggap bahwa tindakan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran merupakan "pelanggaran terhadap hukum internasional serta prinsip-prinsip hukum dan etika”. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi pada 7 Maret.

Tiongkok terus menyerukan penghentian segera aktivitas militer di Timur Tengah untuk mencegah eskalasi dan perluasan konflik. Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada Minggu (8 Maret), menekankan bahwa penggunaan kekerasan tidak dapat membantu menyelesaikan masalah, tetapi hanya meningkatkan ketegangan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan memperingatkan risiko meningkatnya ketidakstabilan di Iran. Ia menekankan bahwa Turki menentang semua rencana yang menyalahgunakan perbedaan etnis atau agama untuk menimbulkan perpecahan internal di Iran, karena ini merupakan "skenario paling berbahaya" bagi stabilitas regional.


TAG
VOV/VOVworld/Konflik di Timur Tengah/Imbau Penghentian Konflik

Yang lain